Bismillahirohmanirrohim

Just another WordPress.com weblog

Hadiah Tulus Memang Lain

Hadiah Tulus Memang Lain

 

Ini hadiah yang telah diterima Mbakyu Geudebleh dari Mbakyu Li Kuan Yue.

Pempek Mang Din.

Souvenir Borobudur , Prambanan, Wayang Golek.

Baju atasan merah marun

Kotak surprise : coklat, Senbe Jepang, sayuran siap saji, permen, butiran pink manis, gantungan kunci kuda racing.Kotak surprise dikirim tanpa bilang-bilang, datang saat kalut Cerdis (Cerita Disertasi).

Surprise pempek made in Japan , Apem made in Japan .Hadiah pempek dan apem datang shubuh hari, juga saat Cerdis mulai membuat kalut hati.

 

Perhatiannya sangat tulus, dan tentu sangat menyenangkan hati yang menerimanya. Hadiah yang diberikan dengan tulus tanpa pamrih, memang terasa berbeda. Tidak seperti parcel menjelang lebaran, yang mungkin sebagian tulus, sebagian lainnya dengan maksud agar diperhatikan bisnisnya.

Pempek kering yang dikirimkan dengan krupuk Palembang yang rasanya khas tiada tara itu, betul-betul menjadi menu spesial di Jepang.

Pempeknya mesti direbus dulu tiga jam, nanti akan ngembang sendiri ukurannya, lalu boleh langsung dimakan atau digoreng dulu. Cukanya juga cuka kering. Wah hebat, Palembang sudah memikirkan bagaimana mengemas makanan khasnya agar bisa awet dan yang pasti bisa lolos imigrasi international, dengan membuatnya menjadi serba kering seperti ini.

 

”Mbakyu, ini oleh-oleh dari Palembang. Maaf ya hanya sedikit” saat menyerahkan satu pak pempek kering dan satu bungkus ukuran jumbo krupuk ikan Palembangnya.

 

”Li Kuan Yue, baek amat panjenengan (kamu, bahasa halus Jawa). Nuwun yoo (terimakasih ya)” terharu Mbakyu Ge, membayangkan enaknya pempek Palembang yang akan disantapnya nanti malam.

 

Di lain kesempatan, saat Mas Amung Sakti Mandraguna pulang dari suatu tempat.

”Mama say, ini ada titipan kado buat Mama say,dari Li Kuan Yue” sambil menyerahkan bungkusan cantik.

 

”Wah…baju  atasan merah marun, bagus sekali. Tak coba langsung yoo Mas Mung” ekspresi bahagia nerima kado. Bukan hari ultah bukan juga hari special pernikahan, tetapi menerima kado.Hemmm… senangnya.

 

”Mbakyu, bingung mau kasih hadiah apa dimilad Mbakyu, yang ada hanya ini” sapa tulus Mbak Li Kuan Yue. Ibu satu anak laki-laki yang ganteng, seorang apoteker, asal dari Palembang, kuliah di Yogya dan bersuamikan Orang Jawa itu dengan senyum cerianya.

 

Okaasan, akete ii? (Mama, dibuka boleh?)” Ade-chan tak sabar lihat kado besar yang diterima mamanya dari Tante Li Kuan Yue.

 

“Bantal rabu-rabu, ii…na… (Bantal love-love, bagus sekali…)” kata Ade memuji hadiah dari Tante Li Kuan Yue.

 

“Habis bingung, mau kasih hadiah apa, untuk temen tidur di lab aja ya, saat Cerdis (cerita disertasi)” ramah celetukan Mbak Li Kuan Yue mengomentari tanggapan Ade-chan.

 

“Kok repot-repot tho Jeng, sudah ingat milad saya saja, sudah seneng, ndak usah ndadak nggowo hadiah barang…(Tak perlu sibuk bawa hadiah)” suara Mbakyu Ge terharu.

 

Saling memberi hadiah itu sangat baik, karena akan menumbuhkan rasa kasih sayang lebih dan mempererat tali silaturahmi” perkataan Ustad di Terebi (TV)Access TV, yang bisa dinikmati oleh Mbakyu Ge. Siaran TV RCTI, TPI, dan Global TV yang dikemas dalam satu channel TV, dan disiarkan di Jepang setiap hari selama dua puluh empat jam, dengan wajib membayar 3300 yen per bulan.

 

Kita pasti pernah menerima berbagai hadiah. Dan kita pasti juga bisa merasakan hadiah yang datang dari ketulusan sahabat, rekan, teman, dan saudara kita. Dan wujud hadiah itu tidak selalu berupa barang yang mahal, tetapi bisa hadiah senyuman, hadiah masakan hari itu, hadiah kue brownis, bahkan hadiah bercerita dan bertukar kabar, hadiah menghadiri sidang ujian doktor. Wah pokoknya terlalu banyak wujud dari sebuah hadiah. Dan hadiah yang tulus itu memang lain rasanya. Tanpa pamrih, tanpa niatan macam-macam, benar-benar indah ya Islam itu. Dengan media kecil seperti hadiah, ternyata bisa menumbuhkan kasih sayang dan mempererat ukuah. Semoga Allah SWT membalas semua hadiah itu dengan beragam kebaikan dan kemudahan.

 

TOKYO 20 November 2008

BAINAH SARI DEWI

September 15, 2009 - Posted by | Mbakyu Geudebleh

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: