Bismillahirohmanirrohim

Just another WordPress.com weblog

Palestina 7 (JIL ??? Israel)

Posted by: “Ukhti Nida” 

Tue Jan 13, 2009 8:07 am (PST)

Kembali JIL Bela Israel, Tuduh HAMAS Teroris

Bak aksi demo di lapang terbuka, shooting acara Today’s Dialogue Metro TV
pun diwarnai sorakan penonton, bahkan teriakan kekesalan. Untung saja tidak
ada satu pun penonton di studio yang sampai melempar sepatu kepada salah
satu pembicara dalam acara itu, yang berlangsung pada Senin sore
(12/01/2009) di Jakarta.

Pasalnya, penonton menuding salah satu pembicara yakni Chairman Jaringan
Islam Liberal (JIL) Luthfi Assyaukanie sebagai ‘humas’ Amerika yang
mendukung penjajahan Israel di Palestina.

Bahkan salah satu pembicara lainnya, Ketua Badan Hubungan Luar Negeri DPP
PKS Luthfi Hassan Ishaaq sampai menepuk-nepuk pundak Assyaukanie sambil
berkata “Kakek Anda juga dulu dibilang teroris oleh penjajah Belanda!”
menanggapi pernyataan Assyaukanie yang menyebutkan bahwa Hamas adalah
teroris bukan institusi negara sehingga Israel tidak mau duduk berunding
satu meja.

Assyaukanie mengatakan bahwa sudah seharusnya dunia Islam terutama
negara-negara Timur Tengah melakukan perundingan dengan Israel melalui
Jordan atau negara Islam lainnya yang memiliki hubungan diplomatik dengan
Israel. Chairman JIL ini pun menyatakan lebih lanjut bahwa selain itu juga
harus melakukan lobi yang lebih kuat lagi kepada Amerika sampai melebihi
kekuatan lobi Israel. Sehingga Amerika bisa menekan Israel untuk
menghentikan serangannya ke Palestina.

Teriakan “huuuuuu” penonton kembali ditujukan pada Assyaukanie. “Berapa
lama menunggunya, sampai orang Islam di Palestina habis semua?” sanggah
Hassan dan disambut takbir oleh penonton. Mengingat sampai acara ini
berlangsung warga yang menjadi korban meninggal sudah tembus angka 900 dan
luka-luka di atas 3500 orang yang sebagian besarnya adalah wanita dan
anak-anak. Resolusi Gencatan Senjata PBB yang dikeluarkan Kamis (8/01/2009)
pun menambah ratusan koleksi resolusi yang selalu dilanggar Israel terkait
agresinya selama ini.

Berbeda dengan Assyaukanie, Jubir HTI Ismail Yusanto menyatakan justru
Israel adalah anjing herdernya Amerika yang sengaja diikat di Timur Tengah
untuk menakut-nakuti para penguasa negeri Islam itu, sehingga mereka mau
tetap tergantung pada Amerika. Penonton kembali bertakbir.

Dalam program yang bertema Perlukah Memberikan Bantun Kemanusiaan kepada
Palestina tersebut Yusanto menyatakan ada dua masalah dalam hal ini yakni
korban dan pembantai. Untuk korban solusinya tentu saja diberikan
obat-obatan, makanan dan bantuan kemanusiaan lainnya. Sedangkan untuk
pembantai hanya satu solusinya yakni lawan dengan senjata. Karena hanya itu
lah bahasa yang dapat dimengerti Israel. Sehingga sudah seharusnya para
penguasa negeri kaum Muslim menyadari hal ini, bersatu dan mengerahkan
pasukannya melawan Israel dengan Jihad.

“Tidak mungkin pernah bersatu!” sanggah Assyaukanie. Mendengar sanggahan
itu penonton pun nampak geram dan kembali berteriak “huuuuuu…”. Namun
walaupun diselimuti rasa kesal salah satu penonton sempat berkelekar kepada
Media Umat, “Untung saya tidak pakai sepatu, kalau pakai, saya lempar tuh ke
kepalanya!” ujar Pramu salah satu penonton di studio sambil menunjukkan
sandal yang dipakainya.

Kita tidak tahu apakah Luthfi masih tetap membela Israel kalau rumahnya
sendiri yang dibombardir Israel yang menewaskan seluruh keluarganya! (
mediaumat.com, jokoprasetyo) .

*Simak Selengkapnya: *

– Dalam *Today’s Dialogue*, Malam Ini (*Hari Selasa*, 13 Januari
2009), *Pukul
22.05 *di Program *METROTV*.

January 15, 2009 - Posted by | Palestina

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: