Bismillahirohmanirrohim

Just another WordPress.com weblog

Palestina 1 (Save Palestina Jalur Gaza)

— On Wed, 14/1/09, sumarah wahyudi <krangkungan_ membangun@ yahoo.co. id> wrote:
From: sumarah wahyudi <krangkungan_ membangun@ yahoo.co. id>
Subject: [KAMMI-JP] Nonton Bareng Perang Gaza
To: anggotaicmi@ yahoogroups. com, baitiy_islam@ yahoogroups. com, daarut-tauhiid@ yahoogroups. com, dunia_santri@ yahoogroups. com, fusi-04@yahoogroups .com, gontorians@yahoogro ups.com, gus-dur@egroups. com, hidayahnet@yahoogro ups.com, ingatan@yahoogroups .com, islam-kristen@ yahoogroups. com, islamcarahidupku@ yahoogroups. com, IslamNet-ID@ yahoogroups. com, jodoh_islam@ yahoogroups. com, kejut_awamupm@ yahoogroups. com, Muhammadiyah_ Society@yahoogro ups.com, muslim-klaten@ yahoogroups. com, pengajian-kantor@ yahoogroups. com, santriwati_jambi@ yahoogroups. com, shoutussyabab@ yahoogroups. com, SongkokMelayu@ yahoogroups. com, tqn@yahoogroups. com, wanita-muslimah@ yahoogroups. com, kammi-jp@yahoogroup s.com, keadilan4all@ yahoogroups. com, kontakjodohislam@ yahoogroups. com, partai-keadilan- sejahtera@ yahoogroups. com, PeKa-SejahterA@ yahoogroups. com, alumnitebuireng@ yahoogroups. com, forum_komunikasi_ santri_garut@ yahoogroups. com, pmii@yahoogroups. com, santrikiri@yahoogro ups.com,
santrimukim_ prestatif1@ yahoogroups. com, sastra_santri@ yahoogroups. com, suarasantri@ yahoogroups. com
Date: Wednesday, 14 January, 2009, 2:48 AM

SAVE PALESITNA JALUR GAZA

http://www.komisiGR ATIS.com/ ?id=adimas 
 

Nonton Bareng Perang Gaza

Inilah pemandangan ironis saban pagi di daerah perbukitan selatan Israel. Rata-rata lusinan orang dari seantero negeri menikmati agresi negara Zionis itu ke Jalur Gaza.

Salah satu penonton setia Perang Gaza itu adalah Moti Danino, warga Kota Sderot, Israel Selatan. Seperti biasa, Sabtu pagi pekan lalu, ia datang dengan kursi santai berbahan kanvas. Sambil menyaksikan gempuran udara dan artileri pasukan Israel, mulutnya mengunyah makanan dan minuman ringan. Ia juga menyetel radio kecil untuk mendengarkan kabar terbaru dari medan pertempuran.

Hingga hari ke-16, kemarin, serbuan Israel sudah menewaskan hampir 900 warga Palestina, termasuk 260 anak-anak dan 100 kaum ibu. Sedangkan korban tewas dari pihak Israel masih belasan, kebanyakan tentara.

Israel dan Hamas masih bertempur meski Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mengeluarkan resolusi yang menyerukan gencatan senjata segera. Sebanyak 14 negara menyetujui kecuali Amerika Serikat, yang abstain.

Pagi itu Danino tidak sendirian. Tidak jauh dari tempatnya, empat remaja duduk di atas tanah berpasir. “Saya tidak pernah melihat perang sebelumnya,” kata Nadav Zebari, pelajar sekolah seminari (Yeshiva) di Yerusalem. Ia menikmati pertempuran antara Hamas dan Israel ini seraya melahap sebuah sandwich dan minuman ringan.

Sekelompok polisi dekat mereka juga asyik berfoto dengan latar belakang kepulan asap akibat hantaman rudal. Salah satu dari polisi itu berhasrat ikut membantu serangan. “Maksud saya operasi. Itu bukan sebuah perang,” ujarnya membetulkan ucapannya yang salah.

Namun, Danino punya alasan pribadi. Putranya yang berusia 20 tahun, Moshe, ikut bertempur dalam unit infanteri. Bagi dia, melihat pertempuran tersebut seperti menyaksikan anaknya bermain sepak bola. “Militer mengumpulkan telepon seluler semua prajurit sebelum mulai menyerang, jadi inilah cara saya berhubungan dengan dia,” katanya.

Mereka tak sekadar menonton, tapi juga bereaksi ketika ledakan terdengar dan asap membubung. “Lihat itu, hebat! Hebat!” Danino berteriak saat empat rudal menghantam Gaza, yang berpenduduk sekitar 1,5 juta. “Sungguh aneh kita harus mengambil nyawa orang lain untuk menyelamatkan nyawa kita,” ujar perempuan 60 tahun yang bekerja sebagai perawat di Magen David Adom (Palang Merah Israel) ini.

Acara nonton bareng itu juga terjadi di Rafah, yang membatasi Mesir dengan Gaza. Bedanya, mereka melihat kebiadaban Israel ini dengan paras geram. “Kami merasa begitu dekat, tapi kami tidak dapat berbuat apa pun,” ujar Rami Ibrahim, 20 tahun, seorang mekanik asal Palestina.

Usamah al-Biyali, 51 tahun, bahkan merasa bersalah dan malu karena tidak dapat menolong. “Saya merasa seharusnya mencari cara ke sana untuk memerangi tentara Israel,” ujar bapak enam anak yang bekerja sebagai kuli angkut ini.

Memang sungguh ironis. Umat Islam sedunia mengutuk kekejaman negara Yahudi itu, namun pemerintah mereka takut menghentikannya. WALL STREET JOURNAL | FAISAL ASSEGAF

 

http://www.korantem po.com/korantemp o/koran/2009/ 01/12/Internasio nal/krn.20090112 .153504.id. html

January 15, 2009 - Posted by | Uncategorized

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: