Bismillahirohmanirrohim

Just another WordPress.com weblog

Hadiah Buat Tiga Puluh Lima Tahun Mbakyu Geudebleh

Hadiah Buat Tiga Puluh Lima Tahun Mbakyu Geudebleh”

 

Milad ke tiga puluh lima rupanya hari ini buat Mbakyu Geudebleh.

“Mama fuku kigaete, puresento ageru kara. Kitchen de watashi ni kawarimasu  (Ma, ganti baju sono, mama kan mau nerima hadiah. Masak di dapurnya, Ade saja yang menggantikan sekarang)” semangat empat puluh lima dari Ade berusaha menggantikan Mbakyu Geudebleh yang sedang masak pare di dapur pagi ini 12 Oktober 2008.

“Makasih De,ok ganti baju nih” jawab Mbakyu Geudebleh ngeloyor masuk ke sekat apatonya yang lain.

“Apato (apartemen) kami ukurannya 4L Sensei, silakan mampir” ucapan tulus Mas Amung Sakti Mandraguna pada Suryacemerlang Sensei saat hadir di milad istrinya pagi itu.

“Oh, saya tahu 4L itu kan artinya apato yang mesra. Apato 4 L artinya Apato Lu Lagi Lu Lagi  kaaannn?” kata Suryacemerlang Sensei pada Mas Amung.

“Sensei kok tahu sih, itu tipe apato di Jepang, mesra, buka pintu ketemunya wajah itu lagi, itu lagi. Lu Lagi…Lu Lagi…”

“Mama, masakan dah matang nih, diangkat ya” teriak Ade dari sisi dapur apato 4 L itu sambil membawa pare campur daun jeruk dan udang.

“Ok, arigatou nee Ade Chan. Mas Amung, matur nuwun sudah cuci piring pagi ini yoo…” terharu, hampir semua pekerjaan rumah pagi ini ditangani oleh Ade Chan dan Mas Amung, special, special, edisi special  tiga puluh lima tahun.

 

“Puresento akete kudasai Mama” perintah Ndoro cantik Ade Chan.

“Tet tret Tet Tet…Waw!! duren bulet Monthong, dan dua buah kado berbungkus pink, wah terima kasih Mas Amung, Ade Chan dan Sensei Suryacemerlang” Mbak Ge menerima kado duren monthong nan montok, semontok badannya Mbakyu Ge yang dua drum itu. Diam-diam hatinya tersenyum, wah kesempatan kedua di Jepang makan duren tiga ribu lima ratus yen satu buah.

“Bismillahirohmanirrohim…Ittadakimasu (selamat makan)” serempak yang ada di ruangan itu memakan duren warna kuning mentega, manis, lembut, wangi, ahhh…serasa melayang terbang ke awan memakannya.

“Cekrek…cekrek” suara kamera digital dengan diprogram sendiri memfoto sarapan hari ini.

Sarapan pagi di usia bertambah satu tahun, hemm…gumam Mbakyu Ge menikmati pare udang, kering ikan teri asin, anggur, jeruk, sambalan kentang, ayam goreng, dilanjutkan dengan menu special yaitu duren.

Bertambah satu umurmu, artinya berkurang satu satu tahun usiamu di dunia. Wajib mensyukuri yang telah Allah karuniakan, walaupun sekarang sedang dalam masa-masa sulit menulis disertasi S3 nya, batin Mbak Ge.

“Ya Allah, paringi kemudahan dan kelancaran Cerdisku Ya Allah, terimakasih atas semua nikmat ini” doa Mbak Ge di apato 4 L nya yang super pecah berantakan itu.

“Idealnya rumah selalu rapih, tapi hati yang rapih lebih penting, Mama gambatte kudasai disertasinya” suara bijak Mas Amung tersenyum di apato 4 L mereka.

 

 

Tokyo, 12 Oktober 2008

 

 

October 29, 2008 - Posted by | Mbakyu Geudebleh

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: