Bismillahirohmanirrohim

Just another WordPress.com weblog

Dina Faoziah dan California

Dina Faoziah dan California

 

Pertama memandang wajahnya, langsung bisa mengatakan,

“Wanita yang cerdas, tegas dan ayu” mulai ajian telepati Mbakyu Geudebleh menerawang wajah ayu adik tingkatnya di UGM, beda tipis lhah, tipis-tipisnya sepuluh tahun angkatan lah.

 

“Mbakyu aku dapat kesempatan program baru dari TUAT, yaitu dua sampai tiga bulan bisa pergi ke Amerika untuk study sebagai mahasiwa doktor exchange antar TUAT dan universitas di Amrik. Kerja sama ini baru dimulai tahun 2007, jadi baru berjalan satu tahun yang lalu, Kebetulan saya angkatan pertama yg berangkat dengan tiga orang lainnya. Ada yang dua setengah bulan juga, ada yang pilih satu bulan” penjelasan gamblang (jelas) Mbak Din dengan kiat S3 nya (Serius, Santai, Sukses)..

 

“Tentang program dari TUAT ini, yang saya dengar dari Sakai-sensei, program ini akan dibiayai oleh Monbusho selama empat sampai lima  tahun, dan setelah itu TUAT berjanji akan meneruskan menggunakan uang sendiri. Jadi, kalau rekan semua mau nerusin S3 di United Graduate School of Agricultural Science (alias Rengou Nougaku Kenkyuuka), sudah pasti akan mendapat kesempatan ini pula. Setiap tahun akademik sebanyak enam sampai tujuh mahasiswa akan dikirim ke University of California, Davis, College of Agricultural and Environmental Sciences selama maksimal tiga bulan. Saya sendiri pilih dua setengah bulan, karena selain kuliah musim gugur selesai tanggal 12 Desember, saya ingin segera berkumpul lagi dengan Luna dan Ganjar “ penjelasan dowooo banget (panjang sekali) dari Mbak Din ini menjadi tambahan “gizi” informasi lengkap.


“Doakan ya, aku sehat selamat. Aku berangkat 2 Oktober 2008″ sapa ramah ibu dari Luna chan yang lucu dengan rambut ikalnya dan baju anaknya yang ceria penuh warna”.

 

“Wah, selamat ya Mbak Din, semoga sehat selamat kembali ke Jepang lagi dari Amrik” doa-doa Mbakyu Geudebleh meluncur tanpa diminta. Biar gendut, atau bahasa halusnya berbadan besar,  tetapi doa-doa Mbakyu Ge banyak juga tercurah pada hampir setiap orang. Doa-doanya tak memilih tempat dan waktu. Karena memang untuk berdoa, bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Walau ada tempat-tempat mustajab berdoa, tetapi buat Mbakyu Ge, doa adalah senjata pamungkasnya dalam setiap kesempatan.

 

“Sugoi nee Mbak Din” panggilan khusus dari Mbak Ge pada Dina Faoziah. Din, bukan Din Syamsudin, bukan Dina Mariana, bukan “Din Din” suara klakson mobil, tetapi Mbak Din adalah sosok muslimah tangguh yang cocok hidup berjuang merantau di berbagai negara.

“Bahasa Inggrisnya gape, bahasa Jepangnya juga Noryokusiken level satu alias bagus banget, kemampuan verbalnya juga bagus,mantan penyiar radio NHK Jepang jee…” Mbak Ge bergumam-gumam sambil mantuk-mantuk sendiri, di depan kurungan burung, pemberian peserta pameran dari Lombok beberapa bulan lalu.

 

Melukiskannya tidak bisa dengan singkat, karena wanita ayu ini, selain baik hati, juga ternyata memiliki sikap peneguh yang jitu. Sikap positifnya beberapa kali menguatkan langkah Mbakyu Geudebleh dalam menyelesaikan disertasinya yang plegak-pleguk (belok-belok tiada henti).

 

Sikapnya cenderung judes, terutama pada pria, dikenal maupun tidak dikenal tetap bisa judes. Walau tidak bisa ber-ramah-ramah seperti cewek yang bermanja dalam bercakap-cakap, tetapi di balik sikap keras, tegas, bahkan judesnya,  (istilah judes adalah istilah yang disebutnya sendiri untuk memprofile dirinya), tersimpan hati yang putih, seputih salju, seindah intan permata.

 

“Aku ndak suka lihat cewek yang eda-ede (waduh apa ya artinya?lali aku), cengangas-cengenges (senyum-senyum), aku suka lihat Mbakyu Ge, sat-set, sat-set, cepet dan to the point” pujinya membuat badan geduombreng Mbakyu Ge serasa mendarat di sebuah pulau nan indah tak bertuan.

“Glodakkk!!!” adalah kata-kata favoritnya dari setiap pembicaraan seorang Din dimanapun berada.

 

Dalam bulan ramadhan 2008 ini, disetiap buka puasa bersama Keluarga Fuchu Koganei, ibu dari putri yang “pernah” masuk penitipan anak seharga lima puluh ribu sebulannya itu, selalu mengenakan jilbab cantik modern terbaru, Jilbab Khumaira, yang sedang trend saat ini.

“Wah tambah ayu lhoh Mbak Din, tambah cantik lhoh dengan Jilbab Khumaira-nya” sapa jujur Mbakyu Ge.

 

Aktivis di UGM sebagai Ketua Koperasi Mahasiswa UGM tersebut, sangat gesit dalam berjuang untuk sekolah dan keluarganya.

S2 dengan beasiswa Monbusho di Tokyo Gaidai, dan S3 saat ini dengan beasiswa Rotari  di TUAT ini, menjadi bagian warna ceria untuk keluarga besar Fuchu Koganei. Sikapnya yang penolong dan tegas, banyak memberi bantuan moril, sprituil, materiil, pokoknya yang bagus-bagus berakhiran “il”, menjadikan ibu yang ayu ini terus mendapatkan barokah Allah dalam kesuksesan studinya.

 

“Timba ilmu yang banyak di California dua setengah bulan, dan kembalilah sebagai Mbak Din, yang tetap ayu, tetap tegas, dan semoga ada hidayah khusus selama di California, salam sukses dari persemedian Madokasou san” pesan hati lewat telepatinya Mbak Geudebleh malam ini, berusaha melepas dengan doa, keberangkatan Mbak Din ke California.

 

Hemm…menulis, mendengar kata “California”mengingatkan Mbakyu Geudebleh tentang lirik lagu “Hotel California”, yang disenandungkan asli oleh teman Polandianya saat jaman mahasiswa tingkat dua bachelor, di kegiatan International Forestry Student Symposium, Switzerland 1994. Lagu yang indah, dan mengukir nama California. Bahkan sampai saat ini, lagu itu melegenda ke seluruh dunia, sampai di tempat-tempat karaoke Fuchu Eki (stasiun) Tokyo-pun, lagu ini masih syahdu  wenak untuk disenandungkan.

 

“Selamat berkaraoke lagu Hotel California, di tempat aslinya, Mbak Din” pasti akan dijawab Glodak sampai seratus kali oleh Dina Faoziah. Tak apalah, telepati Mbakyu Geudebleh membayangkan Mbak Din menyebut kata glodaknya sampai seratus kali, ngante klenger (sampai pegel), telah membuatnya nyengir kuda sendirian. Ini benar-benar refleksi pengentasan rasa suturesu Cerdis (Cerita Disertasi) Mbakyu Ge.

 

“Intan, dimanapun dia berada, walau di lumpur sekalipun, akan tetap berkilau dan terus berkilau. Apalagi medianya adalah negara maju, insya allah kilauannya akan menebar berkah dan hidayah”.

 

 

 

TOKYO, 2 Oktober 2008

Edisi Edit Lebaran Kedua, 2 Syawal 1429

 

 

October 29, 2008 - Posted by | Mbakyu Geudebleh

1 Comment »

  1. huwaaa…..
    hontou…
    mbak dina ini selain punya sikap tegas dalam riset juga punya sikap tegas dalam per-asi-an
    ini temenku seperjuangan perah memerah asi loh mbak😀

    Comment by uy | November 12, 2008 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: