Bismillahirohmanirrohim

Just another WordPress.com weblog

Tanggapan 2/ bukan pamit

Posted by: “Ayu Maulita

Sat Aug 9, 2008 4:05 pm (PDT)

Assalamu `alaikum wr.wb

Mbak Dewi, jazakumullahu utk email spesialnya buat Ayu. Terharu, sedih, juga senang.

Sesudahnya (karena sudah berlalu), Ayu mohon maaf kalau jadi menyusahkan dengan tanda smile di belakang nama ID yahoo Ayu. Nggak sadar kalau itu menyusahkan yang kirim email. Niat awalnya hanya iseng aja =). Mungkin enggak cuma Mbak Dewi yang mengalaminya ya.. Terima kasih Mbak Dewi mau berlapang dada menganggapnya ujian kesabaran. Menghadapi Ayu memang harus sabar, jadi harus dites dulu dari ID yahoo-nya. Habis ini insyaAllah diganti biar ga menyusahkan.

Saya senang di Jepang, enggak merasa disakiti oleh siapapun kok. Sebaliknya justru belajar banyak hal, merasakan uluran persaudaraan yang begitu tulus
dari teman-teman di sini. Sekalian Ayu minta maaf untuk kesalahan dan kekhilafan yang sengaja atau tidak sengaja telah Ayu lakukan. Mohon maaf lahir batin.

Kalau saya suka main, mungkin karena saya banyak himanya. Lagipula sepi kalau terus-terusan di kamar sendiri.

Kalau bisa nulis novel, itu karena sebagai gantinya cerita panjang dengan lisan yang memang tak pandai saya ungkapkan. Ada banyak hikmah, kebahagiaan, kekaguman, pergulatan pikiran yang bila tak dibagi, diikat dengan tulisan maka hanya akan berlalu hilang seiring waktu. Novel yang saya buat itu salah satunya untuk mengikat kenangan ttg Jepang. Terlalu indah untuk dilupakan begitu saja. Tapi Mbak Dewi juga banyak berjasa. Orang pertama yang menyemangati dan optimis bahwa novel itu akan masuk nominasi (meskipun saat itu belum selesai ditulis dan belum ada satu kalimat pun yang dibacanya). Orang yang meskipun sudah sibuk di lab, tengah malamnya masih menyempatkan membaca novel tsumaranai saya sampai memberikan masukan detail untuk kesalahan-kesalahan ketik dan tanda baca. Orang yang memeluk saya untuk mengucapkan selamat untuk novel itu. Justru saya yang muda sering merasa kalah semangat dengan Mbak Dewi.

Senang sekali berkenalan dengan Mbak-mbak semua. Ingin menuliskan kenangan satu-persatu tapi rasanya saya tidak akan sanggup. Bakalan menghabiskan tissue teman untuk menyusut air mata (lagi menumpang tinggal di rumah teman). Tapi sungguh, saya merasa diberi kesempatan hidup di Jepang meski hanya 10 bulan 10 hari. Berjuang untuk tetap jadi (muslim) tangguh di Jepang pasti lebih sulit daripada di Ina. Dan banyak yang sudah berhasil melaluinya. Semoga ke depannya selalu dimudahkan ya…

Terima kasih untuk persaudaraannya.
Terima kasih untuk persahabatannya
Terima kasih untuk segala bantuannya
Terima kasih untuk segala pengertiannya menghadapi Ayu yang … ya beginilah orangnya
Terima kasih untuk waktu-waktu yang telah diluangkan meski untuk mengobrol ringan, makan bersama, atau diskusi-diskusi online atau offlinenya.

Semoga saya bisa banyak mengambil manfaat pelajaran dari saudara-saudara saya di Jepang, menyimpannya tak hanya dalam kenangan, tapi dalam bentuk amalan nyata.
Semoga bila ada rindu, curahannya terwujud dalam keinginan menjadi tangguh seperti mereka

Sekian saja.
Semoga Allah mempertemukan kita dalam keadaan yang jauh lebih baik.

Tokyo, 10 Agustus 2008
Nova Ayu Maulita

August 28, 2008 - Posted by | Catatan Harian |

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: