Bismillahirohmanirrohim

Just another WordPress.com weblog

Bukan Pamit, hanya pindah mukim saja

Bukan Pamit, Hanya Pindah Mukim Saja”

Posted by: “bainah dewi”

Thu Aug 7, 2008 10:23 pm (PDT)

“Bukan Pamit, Hanya Pindah Mukim Saja”
 
Pertama, tetapi yang terus terjadi berulang-ulang setiap menuliskan email japri padanya, selalu mesti menghapus tanda sama dengan dan tanda kurung yang disambungkan dari namanya. Ayu Maulita dan tanda itu. Sudah tersimpan apik di address bookku, sehingga setiap menuliskan nama Ayu, makan akan muncul lengkap seperti ceritaku di atas. Ayu Maulita =) .
 
Dan setiap kali juga, saat dikirim, selalu dapat teguran dari Yahoo, katanya alamat ada yang eror. Setelah menghapus tanda sama dengan dan kurung tutup itu, barulah emailku padanya bisa terkirim.
Saking gapteknya, kubiarkan saja save address book itu sonomama. Akibatnya terjadi perulangan hal sepele itu, berkali-kali, dan itu wujud latihan sabar yang tidak pernah diketahui oleh pemilik nama ini, mungkin hingga saat aku menuliskannya saat ini. “Jazakillah Khoir Dik! atas latihan kesabarannya buatku, tanpa kau tahu”.
 
Sebagai refleksi saja, kadang kita membuat orang sedih, sakit hati, kesal, padahal kita tidak pernah menyadari kalau dari perilaku, dari kata-kata kita, ternyata ada yang nyangkut “tidak berkenan”.
Sayangnya, hanya sedikit orang yang bisa mawas diri, bahwa ucapannya tajam, ucapannya kaku, ucapannya nyelekit, ucapannya selalu membuat kuping dan isi dada sakit.
Pemilihan kata-kata dari kita kadang membuat orang lain tanpa sadar, ternyata kita telah membuatnya menderita.
Wah sebegitu tajamnya kah kata-kata Ayu? Oh sama sekali bukan Ayu.
Tetapi aku, kau, juga dia.
 
Mengenal Ayu adalah identik dengan sederhana, gesit, solihah, tawaddu, cerdas.
Sosok wanita solihah, yang rajin menulis dan punya hoby tulis email ini, pernah ngebom suatu milist nonstop sampai para pengurusnya klenger.
Sosok berkaca mata manis ini juga punya hoby nyasar. Kemana-mana nyasar, tapi jiwa mudanyalah yang selalu tetap istiqomah datang ke apatoku, walaupun selalu nyasar.
Nggak kapokan.Itu mental anak muda.
“Ah, akhirnya bisa juga jalan-jalan di Jepang sesama FLP-er” gumamnya tersenyum, ditanggapi gelengan aneh dariku. Sebenarya siapa ya yang menyeret aku sampai keblesek jauh gini?Tak lain ya si manis ini.
Satu tahun di Jepang, menelurkan satu novel tentang Jepang, dan satu novel lain tentang Yogya.
Sama-sama wanita, tetapi, yang satu, dalam satu tahun bertelur dua novel. Dan yang lain, boro-boro punya telur.
Jangan bilang karena Ayu masih singel jadi pantas saja dia produktif.
Sungguh banyak yang singel tapi juga tidak menelurkan satu helai tulisanpun.
“Saya kan ibu rumah tangga, urusannya banyak, mana sempat nulis” hal  ini juga bukan kriteria seseorang untuk produktif.
Terlalu banyak ibu rumah tangga profesional yang produktif dari rumahnya yang serasa syurga.
Jadi apa?
“Katakan saja, Ayu adalah sosok muslimah muda yang produktif, aktif, dan selalu memperpanjang tali silaturahminya pada siapapun”.
Itu adalah kalimat yang tepat versiku.
 
“Bukan mau pamit, tapi hanya mau pindah  negara saja, mulai 11 Austus 2008 ini” sapanya ramah di suatu milist.
Bahasa yang halus, karena Indonesia dan Jepang sudah dianggapnya sebagai dua rumah yang berbeda waktu huni saja.
Ah, terlepas dari segalanya. Aku bangga punya adik yang produktif.Cerpennya baru saja di muat di majalah Annida.
 “Teruslah berkarya Dik!”
“Almamater menunggumu dengan seksama dan sesegeranya, bergegas, dan kembalilah ke rumahmu di Jepang suatu hari nanti”.
 
Anak STEP wakil Indonesia di Gaidai ini, pernah main dan duduk di kursi “berat”ku di laboratory. Kursi itu tidak semua rekan bisa duduk di situ, karena terlalu jarang sahabat yang datang ke lab “titipan” Sensei lamaku ini.
Walau jauh, justru yang jauh ini, malah pernah “sempat” duduk di sini.
“Semoga menular jiwa produktifnya padaku Dik!”
 
Akhirnya Fuchu Koganei akan berkurang jumlahnya satu. Maafkan salah kami, dan jadikan rumah Fuchu Koganei ini sebagai tempatmu yang tetap sejuk, walau suatu hari nanti, kamipun akan berpindah rumah ke Indonesia jua, sepertimu.
 
TOKYO, 8 Agustus 2008
Special buat Ayu Maulita.

 
 

August 28, 2008 - Posted by | Catatan Harian |

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: