Bismillahirohmanirrohim

Just another WordPress.com weblog

Baddal Haji Buat Emak

Baddal Haji Buat Emak

Posted by: “bainah dewi” Thu May 29, 2008 2:04 am (PDT)

“Baddal Haji Buat Emak”

Sejak Emak meninggalkan kami semua, Kota Pelajar Yogyakarta ini menjadi kota yang bukan lagi sebagai kota yang penuh semangat buatku. Bukan lagi kota yang adem. Yogyakarta di tahun 1996 adalah kota duka. Kota yang mewakili duka seorang anak perempuan yang telah ditinggalkan Emaknya, untuk selama-lamanya.

Tetapi di kota ini pula, Emak selama satu tahun setengah menghabiskan waktunya denganku yang lagi jadi mahasiswi UGM ini. Kota Gudek ini menjadi saksi, kebahagiaan Emak di masa-masa terakhir hidupnya. Dan kota ini juga menjadi saksi, bahwa setelah Emak meninggal dunia, isi lemari pakaian Emak di setiap lapisan-lapisan antar baju yang telah ku setrika dengan rapih itu, adalah uang. Ya, isi lapisan baju-baju itu adalah UANG.

Ya, rupanya Emak menabung dengan caranya menyimpan di antara lapisan-lapisan bajunya. Uang yang tentu saja aku yakin diniatkannya untuk berangkat haji bareng aku. Niatnya tak pernah lepas, dari keinginan berhaji bareng aku.
“Ntar kalau sudah banyak uang, kita berangkat haji ya Wie..” kata Emak dengan senyum sambil rebahan di difan Ligna dengan kepala di ganjal bantal dua buah.
“Iya Mak, insya allah” kataku menanggapi.

Tetapi yang terjadi adalah, Allah mengambil Emak dari kami. Emak meninggalkanku dan kami semua anaknya yang berjumlah sepuluh ini, sebelum bisa menunaikan ibadah hajinya. Manalah mungkin dengan kondisi seorang mahasiswi di UGM kala itu bisa mendapatkan uang untuk berhaji?

Tetapi Allah menjawabnya dengan jawaban nyata yang sulit masuk akal. Aku bisa berangkat haji di tahun 1997 setahun sejak Emak meninggalkan kami semua. Dan uang yang dikumpulkan di lemari Emak itu, dimanfaatkan oleh Teteh perempuanku yang telah berhaji, untuk membaddal hajikan Emak.
Ya Allah, di tahun yang sama, 1997. Akhirnya aku bisa menunaikan ibadah haji dengan “baddal haji” nya Emak.

Kondisi Teteh yang berangkat dari Ujung Pandang, terpisah jauh dengan aku yang di Yogya, seperti sebuah gambaran, bahwa memang sebenarnya Emak telah tiada. Dan Teteh juga memang hanya membaddal hajikan Emak dengan uang simpanan Emak dan menambahkannya sehingga cukup untuk membayar ONH. Tetapi pertemuan tiada di sangka-sangka dengan Teteh di Masjid Nabawi, apakah pertemuan biasa?
Allah mempertemukan aku dengan Teteh di Madinah. Sosok yang aku lihat adalah Tetehku.
Tetapi yang aku lihat di dalam Masjid Nabawi, khususnya di Raudhoh, mestinya adalah sosok dari niatan Emak berhaji.
“Bismillahirohmannir ohim” kata Teteh lalu menaiki tangga para Askar wanita penjaga ribuan bahkan jutaan orang yang berkerumun untuk ziarah di depan makam Rasulullah Saw. Lalu posisi Teteh berjajar sama tinggi dengan para Askar Arab itu dan kami semua berada di bawah dari para Askar wanita yang galaknya bukan main itu.
” Emak, Wie lupa, bahwa yang sedang Teteh perankan semua di Madinah dan Mekkah ini adalah hajinya Emak” batinku takjub.
Mana ada diantara para jamaah haji saat itu yang dapat berdiri naik sejajar askar. Hanya Teteh seorang, ya…Teteh yang membaddal hajikan Emak.
Bahkan saat aku dan Teteh tergencet oleh ribuan dorongan wanita yang ingin masuk Raudhoh itu, Teteh juga melapangkan jalanku. “Bismillah” lalu tangan Teteh bergerak maju, dan terbuka lah jalanan pas badan buat kami berdua.
Tiba-tiba para Askar wanita itu menghampiri kami.
“Sholat… Sholat” kata Teteh. Askar-askar itu tiga orang turun dari tempat berjaga nya di ketinggian satu meter-an dari para jemaah haji yang ada di bagian bawah mereka. Lalu mereka membuat lingkaran kecil dengan tangan mereka bertiga.
“Hajjah, sholah..sholah” sapa nya tersenyum, dan hanya kami berdua yang diperkenankan masuk dalam lingkaran tangan merekayang dibentangkan dan bertaut satu dengan lainnya, lalu kami sholat sunnat dua rakaat, ya Teteh yang sebenarnya adalah Hajinya Emak, dan aku yang tiada putus bersolawat dan bersyukur atas kemurahan dan kemudahan yang Alah berikan padaku saat itu.

Masih belum cukup rupanya Allah menunjukkan padaku kemuliaan Emak di dalam Masjid Nabawi ini. Teteh merenggangkan badannya, lalu tiada menapak lagi kakinya di lantai karena Teteh saat itu menjadi lebih tinggi dari kami-kami di sekitarnya. “Apakah maksudnya ini Ya Allah” kebahagiaan dan takjub aku rasakan melihatnya tidak menapak bumi beberapa saat. Melongo dan berucaplah aku “Subhanallah…Ini Emak ya Ya Allah” kataku dalam hati sambil tergugu-gugu menangis sepanjang waktu berada di Raudhoh itu.
“Wie, bismillah, dan naiklah ke sini” kata Teteh mengingatkan dan mengalihkan aku dari ketercenunganku melihat “keajaiban” bertubi-tubi yang aku lihat dengan mata kepalaku sendiri. Ini bukan bohong, ini benar-benar nyata.
Akhirnya aku naik ke jejeran pada Askar wanita arab yang galak itu, bersama dengan Teteh.
Lalu kucurahkan semua tangisan doa ku di tempat itu dengan tenang tanpa terhuyung-huyung gelombang orang-orang yang datang dan ingin masuk Raudhoh itu. “Ya Allah, semoga Engkau memulyakan Emakku di kubur dan akhirat kelak. Baddal haji ini demikian membahagiakan hatiku, karena Engkau menunjukkan banyak tanda-tanda kebesaranmu padaku”.
“Emak, walaupun Wie tidak bisa memberikan ONH buat Emak sampai Emak meninggal, setidaknya, saat baddal haji ini, melalui Teteh, Wie bisa merasakan bahwa waktu bertemu dengan Teteh selama satu hari dan satu malam di Madinah ini, serasa berhaji dengan Emak” batinku dengan terus berlinangan air mata.
“Maafkan Wie yang belum berdaya untuk menyiapkan ONH buat Emak saat itu, sampai Emak membawa niatan haji Emak ke akhirat, semoga Allah melipat gandakan niatan haji Emak untuk berhaji semasa hidup ya Mak, di akherat kelak” aku bergumam sendirian sambil berusaha menyeka air mataku.

Di tulis sambil berlinangan di TOKYO, 29 May 2008.
Segeralah menghajikan Ibu-mu, sebelum beliau meninggalkan dirimu selamanya. Penyesalan atas ketidak berdayaanku ini menjadi penyesalan seumur hidupku, karena saat itu, aku benar-benar tak berdaya membayarkan ONH untuknya.

BAINAH SARI DEWI

June 17, 2008 - Posted by | Hikmah

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: