Bismillahirohmanirrohim

Just another WordPress.com weblog

Matur Sembah Nuwun Kekasihku

“Matur Sembah Nuwun Kekasihku…”
 
“Sayang, jam berapa mau turun?” sapaku via chat yahoo mesenger menyapa kekasihku yang berada di gedung dua lantai tiga TUAT.
“Jam tiga gimana? pasti nanti ngantuk banget sayang…” balasnya di chat room.
“Nanggung, sampai shubuh saja ya sayang, biar nyenyak tidurnya setelah shubuh” kataku minta tambah waktu menyelesaikan disertasiku pada dini hari ini.
“Ok, sampai shubuh lalu kita pulang sayang…” jawab kekasihku menyetujui.
“Sayang, minta doanya ya, agar mudah dan lancar mengerjakan bagian mother tree C Uwamizuzakura-nya” kataku masih saja chat.
“Doa kami selalu buat tersayang…”
 
Lepps… kumatikan chat room dan konsentrasi lagi pada mother tree dari buah Uwamizuzakura. Buah ini adalah salah satu dari makanan favorit beruang di Jepang. Asiatic black bear atau nama kerennya Ursus thibetanus ini menjadi bagian riset pentingku dalam masa study doktor di TUAT.
 
“Sayang, komputerku eror, tiba-tiba mati sendiri!” telponku takjub dengan kejadian dini hari ini.
“Data sudah disimpan belooom?” balasnya dengan nada tetap tenang.
“Baru separuh yang tersimpan, waw…kacau deh. Waduhhh…, Mbak Gita, daku belum save ke email khususku dini hari ini” aku mulai mengoceh dan menyebut nama seorang sahabat, yang sangat care dengan saving data disertasiku agar aman.
 
“Sabar sayang, sholat dulu saja, agar pikiran segar serta tenang” nasehat suara dari seberang seluler softbanknya.
“Iya, aku sholat dulu ya…, lemes nih!” kataku sambil berkaca-kaca karena dataku yang diolah dini hari ini, hilang separuhnya. Dasar pelupa! gerutuku sebel setengah mati, setengah hidup, setengah sinting dan setengahnya menyalahkan diri sendiri.
“Simpan Wie…, simpan per lima menit bila perlu Wie, BA..HA…YA…”  airmata merembes tak tertahan bercampur air wudhu-ku dini hari ini.
 
“Sudah selesai sholatnya sayang?”
“Sudah, agak tenang sekarang. Aku ingat-ingat lagi saja konsep yang hilang itu, namanya juga lagi renshuu (latihan). Beneran deh di suruh nulis berulang kali” kataku mulai netral.
” Matur sembah nuwun sayang” kataku dalam suara serak antara sedih, sebel dan tetek bengek penyakit hati yang datang sangat cepat bak kilat, saat komputerku eror tadi. Astagfirullah.
 
“Gambatte ne!”  sapa akhir dari percakapan kami via chat yahoo mesenger.
Ya… siapa yang suruh sekolah? Siapa yang suruh lembur begini? Siapa yang menyebabkan komputer tiba-tiba eror? Siapa yang suruh datang ke Jepun? Siapa yang suruh ambil doktor di Jepun?
Ah sudahlah, jalani saja tahapan penderitaan ini dengan berusaha ikhlas. Siapa tahu Allah mempunyai rencana indah setelahnya? Siapa tahu Allah ingin menempa lebih kuat dan lebih tajam pisau risetku dan pisau analisisku?
 
Semua “derita indah” ini menjadi tetap nikmat, manakala aku selalu didampingi oleh sang kekasih. Ya, Kutemukan cinta di palung hatinya. Ijinkan aku untuk menyelaminya sampai yang terdalam. Yang menerangi jalanku, yang menunjukkan mana yang mestinya menjadi prioritasku saat ini. Yang menemaniku lompat pagar tiap dini hari. Yang tambah kurus menurutku, karena mesti bekerja keras, bahkan lebih keras dari aku. Yang dengan biola ngoroknya yang kadang melengking tinggi, menemaniku tiap pagi jelang tidurku.
Ah tak apa sayang, biolamu indah sekali buat telingaku. Seindah kesabaranmu di masa-masa sulit kita saat ini.
 
“Matur sembah nuwun (terimakasih sekali) kekasihku…”
 
 
TOKYO 4 May 2008
12.59 AM
Khusus untuk Mohamad Dwi Wicaksono Purwokusumo
Selamat jelang mid presentation master thesis di TUAT.

May 6, 2008 - Posted by | Catatan Harian

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: