Bismillahirohmanirrohim

Just another WordPress.com weblog

Tanggapan 1/ Duren di Jepang

Re: shabar ya Wi!

Posted by: “lukman hakim”

Tue Apr 8, 2008 2:10 am (PDT)

Assalamu’alaikum wr.wb.

Wah thank Wi atas cerita tentang durian jepang yang montok itu. Buat saya inilah surat Dewi di milis ini yang panjang dan bernuasa sastra penuh makna, namun makna yang disampaikan persisnya saya tidak tahu. Hal ini seperti yang dikatakan Sigmund Freud, setelah 3 th meneliti jiwa feminin, namun belum mengerti juga tentang apa yang diinginkan perempuan, terutama yang berkaitan dengan perasaan perempuan yg ternyata tdk sesederhana yg kebanaykan laki-laki duga (Andrea Hirata dalam Sang Pemimpi). Makna dari cerita duren montok itu apa sih? Berkaitan dengan sastra, Umar Bin Khottab, 鄭jarkanlah sastra (novel, puisi, dll. Red) kepada anak-anakmu, karena itu dapat mengubah anak yang pengecut menjadi berani・(Anis Matta dalam Mencari Pahlawan Indonesia).

Ngomong2 Dewi pernah bercita2 seperti Ustadzah Lutfia Sungkar yah? Buat saya itu cita2 mulia yg saya dukung, karena para ustacz/ustadzah itu memiliki misi mulia yang meneruskan tugas para nabi yang berjuang memberdayakan umat manusia dari kebodohan, kejumudan, keterbelakangan dan kemiskinan (material & mental).Bagi mereka meninggalkan dakwah itu berarti menghianati ilmu, mereka sadar kelak akan diancam dengan kekangan api neraka (Siapa ditanya ilmu lalu dia menyembunyikannya, niscaya dikekang api neraka, HR.Ahmad dari Abu Hurairah). Memang menjadi ulama itu tidaklah mudah. Jangan berharap banyak mendapatkan sambutan istimewa dari masyarakat. Menurut Yusuf Burhanudin, ada beberapa kelompok orang yang akan dihadapinya, yaitu: 1. Apatis (mendukung tapi tidak mengikuti), 2. mengikuti, 3. menolak, 4. menghalangi. “Sungguh, semua orang akan merugi, kecuali manusia beriman, beramal saleh, saling berwasiat kepada kebenaran, dan saling berwasiat kepada kesabaran (Anis Mata dalam
Model Manusia Muslim abad XXI, “Imam Syafii mengatakan, jika Allah tdk menurunkan surat-surat lain, surat ini sudah cukup menjadi petunjuk bagi manusia”)

April 15, 2008 - Posted by | Hikmah

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: