Bismillahirohmanirrohim

Just another WordPress.com weblog

Tepat 3 Tahun berlalu, 4 April 2005 – 4 April 2008

“Tiga Tahun lalu, Gimana Khabarmu Wie?”

Hari ini tepat tiga tahun lalu, saat jam 23.45 WIB siap-siap mau ke Jepang dengan niat yang tulus dan ikhlas mau menuntut ilmu. Kondisinya penuh semangat, penuh ceria, deg-degan dengan suasana Jepang yang katanya negara maju, Tokyo-nya yang terkenal dengan kota gempa di dunia, juga kota yang teraman di dunia. Wih, bagus-bagus amat ya, alam khayal tentang Tokyo. Hal ini tiga tahun lalu terjadi.

Dan hari ini, ternyata genap sudah aku menapaki kuliah doktor yang lebih tepat disebut oleh sempai-sempai sebagai romusha sopan Jepang buat para peneliti seperti aku. Di bayar murah katanya, dengan harapan banyak dapat publikasi international yang akan membuat semakin berkibarnya Jepang di mata dunia.
Ah entahlah saudaraku, kata rekananku, ” Kita mah cuman di peras tenaga buat jurnal, yang terkenal ya Sensei”
“Kita hanya dapat rempahnya saja, tetapi biarlah dapat rempahan sisa-sisa dari didikan Jepang ini, dari pada tidak dapat sama sekali” kata rekanan yang berusaha bijak.

Lalu, kondisiku saat ini? Pendapatku sendiri?
Yang pasti aku kelelahan saat ini. Hanya ada khayalan, “Kapan aku bisa pulang kampung Ya Allah? Kapan aku sekar makam Emak dan Bapak, lalu bertemu dengan Teteh, Kakang, dan semua adik-adikku? ”

Ah, Jepang ternyata tidak enak untuk sekolah buatku. Lebih cocok buat para pengantin baru yang tinggal di sini hanya dua minggu dan menikmati semua teknologi mahal, canggih dan semua fasilitas negara maju.

Ah, titik kelelahan ini, andai saja ada obatnya Ya Rob? Bolehkah aku menyatakan aku demikian kelelahan berada di sini saat ini Ya Rob? Diantara semua nikmat dan karunia Mu untukku, anak dan suamiku. Bolehkah aku mengatakan bahwa hari ini berbeda sekali rasa yang aku alami. Tidak seperti tiga tahun lalu, penuh harap, penuh semangat.
Kemana semangat Wie yang segede dunia, sedalam samudra dan sekokoh baja?
Jepang membuatku menjadi nothing.

Aku yang sudah tua dan mesti belajar ini, banyak dapat banyak pelajaran berharga, karena di sekelilingku bertebaran anak muda-anak muda berprestasi. Sayangnya, aku merasa, mereka sudah terlalu asyik dengan kesetaraan di Jepang ini, sehingga sering lupa, bahwa sebenarnya aku adalah orang yang sudah tua. Mereka sudah mulai lupa kalo, adat kita di Indonesia, memperlakukan yang lebih tua dengan sedikit lebih sopan dan lsedikit ebih baik.
“Ah Wie, jangan mimpi!”.
” Masih syukur bisa berjumpa dan ngobrol dengan mereka”.

Ah, kadang kadang yang masih singelpun di sini sudah berlagak memiliki banyak anak dan menceramahi banyak petuah melebihi petuah dari Emak dan Nenekku.”Doakan aja, nanti anaknya lebih nakal dari anakmu dan hiperaktif, biar tahu dia, bagaimana susahnya sekolah, ngurus anak” komentar Teteh yang ikutan sebel.
“Itu karena mereka belajar dari buku, banyak membaca, tidak seperti dirimu yang malas baca. Katanya dosen, tapi kok malas baca”…

“Ah, apa ya obat lesu pikir gini?”
“Jalan-jalan sampe teler, terus tidur” brug…
“Makan kepiting dengan sambal ABC ampe teler, terus tidur” brug…
“Makan pempek Palembang, cuka yang pedes, krupuk kemplang dengan sambal pedes, ampe teler, terus tidur” brug…
“Makan kripik singkong Kusuka rasa ayam bumbu Bali, trus tidur” brug…

I just want to say, kairitai desu.
Biarlah kemiskinan sebagai dosen, sebagai peneliti itu aku jalani di Indonesia. Tetapi aku mencintai, merasa sejuk membayangkan, kembali berada di keseharianku ngurus mahasiswaku.
“Emak, Wie mau segera pulang…”. Walau hanya akan mampu terpekur di depan nisanmu, aku akan merasa lebih baik untuk hati dan jiwa ragaku.

TOKYO, 4 April 2008
BAINAH SARI DEWI

April 9, 2008 - Posted by | Catatan Harian

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: