Bismillahirohmanirrohim

Just another WordPress.com weblog

Mentang – Mentang Aman

Mentang-mentang aman

Posted by: “bainah dewi”

Mon Apr 7, 2008 7:56 am (PDT)

“Mentang-mentang Aman”

Kalimat judul di atas dibaca bukan dengan gaya orang Batak. “Horas Bah! Habis beras makan gabah, Kau!”
Atau dengan gaya orang Batak lagi, mengucapkan, “Ente jangan menghina ya, Itto keras begini, karena sayang sama Kau!”
Bukan begitu membacanya.
Tetapi dengan padanan kata yang sama dengan kata “Mentah, meriah, memilih”.
Tetapi bukan masalah kata yang ingin aku urai sebenarnya.

Aku ingin mengatakan bahwa negara Jepang demikian amannya, sampai-sampai aku menyelipkan uang lima puluh ribu yen untuk di bawa teman di Kyoto, yang akan pulang ke Indonesia, hanya dengan diselipkan pada majalah yang aku kirim dengan post biasa kepadanya.

“Nggak opo-opo Mbak, tenang ae. Insya Allah sampe dengan selamat nanggon ku” jawab temanku di Kyoto yang mengatakan dengan bahasa Jawa medoknya, bahwa Insya Allah akan sampai uangnya dengan selamat di tempat tinggalnya.

“Tenanne iki?” Wah yang benar? jawabku dengan agak gusar membayangkan uang lima puluh ribu yen melayang tiada tahu rimbanya.

“Tenan Mbak,” kata temanku dengan penuh keyakinan seratus persen.
Dan benarlah adanya, uangku sampai dengan selamat di Kyoto hanya dengan model pengiriman post biasa.

Pada kesempatan yang lain, aku bertanya “Kang, sebenarnya di Jepang ada tidak ya? model post khusus untuk pengiriman uang?” tanyaku beberapa hari setelah kejadian tersebut.
“Ada, Bu…, kenapa memangnya? Ibu kok tahu saya te, sering kirim uang” tanya Kang Endip dengan logat Sunda kentalnya sambil penasaran. Lalu kujelaskan panjang lebar soal pengiriman uang via post surat biasa tersebut.

“Bu, jangan lagi ah, mentang-mentang aman, tapi rada riskan gitu te, iya kalo pas masih utuh uangnya, kalo pas uangnya hilang, gimana? weuh lieur urang mah?” ucap Kang Endip dengan bijak.

“Wah iya juga ya Kang, mentang-mentang aman nih, tapi…, saya barusan menerima uang seribu yen via surat biasa juga nih Kang” jawabku menimpali saran baiknya.

“Iya sih memang aman, terserah Ibu lah…, mau pakai post khusus kirim uang atau post biasa” seru Kang Endip rada jengkel.

Hati-hati sebenarnya tidak ada ruginya. Hanya memang mentang-mentang negara Jepang aman, membuatkku merasa aman – aman saja mengirimkan uang via post biasa.

Ah dasar pengiritan.
“Lhah, kalo dengan post biasa sudah aman, yo mesti milih sing murah tho yoo” batinku masih membela diri mengatakan kalau dengan biaya sedikit bisa mengirimkan uang dengan aman, mengapa harus memilih menggunakan jasa post dengan biaya yang besar, yang khusus untuk paket kirim uang?

“Ah, dasar Kau saja, pelit dan mau murahnya saja. Mentang-mentang Mahasiswi Kau!”.

TOKYO 7 April 2008
BAINAH SARI DEWI

April 9, 2008 - Posted by | Catatan Harian

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: