Bismillahirohmanirrohim

Just another WordPress.com weblog

GURU SD, GAJI PROFESIONAL

Senin, 17 Desember 2007
BURAS

Guru SD, Gaji Profesional!

H.Bambang Eka Wijaya:

“APA tak sulit anak ibu SD negeri di sini?” tanya Edo ke mahasiswi S-3 yang membawa anaknya ke Jepang.

“Enam bulan pertama ia didampingi penerjemah yang ditanggung Pemerintah Jepang, berbisik apa yang dimaksud guru!” jawab si ibu. “Setelah itu lancar!”

“Prestasi belajarnya juga baik?” kejar Edo.

“Di sini setiap murid mendapat nilai 100!” tegas ibu. “Metode belajar-mengajarnya beda dengan di negeri kita! Guru SD Negeri di sini klasifikasinya profesional! Gajinya tertinggi di antara pegawai negeri! Kalau gaji pegawai negeri umumnya di kisaran 200 ribu yen, guru SD bisa 250 ribu yen atau lebih sebulan!”

“Metode belajar-mengajarnya dahulu!” potong Edo.

“Setiap mengerjakan soal, murid memakai pensil! Hasilnya diperiksa guru satu per satu, yang salah dicoret! Lantas murid dipanggil, diberi tahu yang salah, kenapa salah, dan bagaimana cara mengerjakan yang benar! Kemudian si murid disuruh memperbaiki sendiri jawaban yang salah itu, jawaban baru ditulis dengan bolpoin merah!” jelas ibu. “Usai diperbaiki dan semua soal telah terjawab betul, baru diberi ponten 100 oleh guru!”

“Dengan metode itu murid jadi benar-benar menguasai pelajaran yang diberikan!” timpal Edo. “Di negeri kita guru cuma memberi nilai, murid tak diberi tahu kenapa salah, dan yang benar seperti apa!”

“Meski begitu perhatian orang tua murid pada anaknya harus intens!” tegas ibu. “Setiap hari guru membuat catatan khusus atas setiap murid di buku penghubung guru dan orang tua murid! Buku itu harus dibaca dan ditandatangani orang tua murid! Kalau tak ditandatangani, tempat tanda tangan di buku itu diconteng merah oleh guru! Lalu perhatian guru beralih ke orang tuanya, bahkan datang ke rumah si murid untuk mengetahui kondisi keluarganya! Pokoknya, orang tua diyakinkan pendidikan anak bukan semata tanggung jawab sekolah, tapi juga keluarganya!”

“Lalu soal profesionalitas guru SD tadi!” lanjut Edo.

“Untuk jadi guru SD, dasarnya S-1 atau master!” jelas ibu. “Sebelum mengajar, ia digodok dahulu oleh Monbukagakusho–Departemen Pendidikan dan Kebudayaan–selama setahun sampai mendapatkan sertifikat untuk mengajar! Jadi, di Jepang guru mendapat sertifikat profesional dahulu baru mengajar, bukan mengajar dahulu baru cari sertifikat! Sudah punya sertifikat pun, masih harus melalui satu tahapan lagi, testing profesionalitas sesuai dengan standar sekolah di mana ia akan mengajar!”

“Kalau begitu pantas guru SD berkelas profesional dan paling terhormat di kalangan pegawai negeri!” tegas Edo. “Dengan metode belajar-mengajar yang tuntas penyampaian dan penguasaan pelaajaran dari guru ke murid itu pula, memang tak perlu ujian semester dan ujian nasional!”

“Itu dilakukan dengan jam belajar dari pukul delapan pagi hingga pukul tiga atau lima sore!” tegas ibu. “Masa belajar anak sini jauh lebih panjang dibanding dengan anak-anak seusia di negeri kita! Jelas, siapa yang lebih banyak menimba, akan mendapatkan ilmu yang lebih banyak! Artinya, tantangan generasi muda kita dalam persaingan global di masa depan akan jauh lebih berat! Itu yang harus kita sadari bersama!” ***

December 17, 2007 - Posted by | Hikmah

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: