Bismillahirohmanirrohim

Just another WordPress.com weblog

12 Desember 2007

Assalamualaikum warohmatullahi wabarakatuh

Hari ini, hari bersejarah buat aku dan Mas Soni.Pagi ini sembilan tahun yang lalu, kami melangsungkan akad nikah, di Asrama Haji Yogyakarta.
Penuh isak tangis sedih dan bahagia. Sedih saat menikah, Bapak dan Emak sudah tidak mendampingi anaknya yang ke tujuh ini menikah. Sedih, menikah di rantau, keluarga besar yang datang dari sepuluh bersaudara tidak lengkap. Saat itu, Teteh dari Ujung Pandang datang, Teteh dari Lampung dua orang datang, adik dari Lampung juga datang, Uwak, Kakak, Enong Cilik. Dan Teteh dari Banda Aceh dan si kecil Reshinta juga datang.
Yang jadi wali adalah Kakang yang datang dari Lampung.
Dan yang paling sedih, mulai hari itu aku tidak bisa terbang sebebas merpati lagi. (hehehe…)

Dapat cerita setelah menikah, katanya Mas Soni menghafalkan kalimat ijabnya semalam suntuk, supaya bisa sekali ijab langsung jadi syah nya.
Alhamdulillah, sejak saat itu, namaku sudah gandeng dipanggil Bu Soni. (Eh knapa di sini nggak dipanggil Bu Soni ya?)
Setelah ijab dan dinyatakan syah. Dilanjutkan resepsi di gedung yang sama, hanya berganti baju akad ke baju penganten Jawa.

Waktu itu berat badanku masih agak lumayan bagus lah… kisaran 50 an kilo. Masih ramping kan?hihihi.. .
Tetapi baju penganten Jawa itu tetep aja terasa sesak buat aku, kain Jawa yang katanya ini kain turun temurun dipakai penganten (hehehe…) terasa sesak juga membalut kaki. Jalanku seperti putri Solo, celetak-celetak. .. takut jatuh, aku berpegangan mesra dengan seorang lelaki Jawa banget yang berdiri gagah di sebelahku. Cie….
Wajahnya teduh banget, keliatan sabar banget, dan selalu memanggilku dengan sebutan ”Dik Dewi”… (Gile… sekarang setelah sembilan tahun kagak pernah denger tuh, di sebut Dik Dewi….)

Ya tentu saja tidak lagi mendengar, karena panggilanku berubah setelah menikah. Mama sayang, … Cie… yang belon pada nikah, buruan gih nikah…

Tamu angkatanku di kampus bikin penuh, temen angkatan kuliah hampir semua datang, hanya dengan satu helai undangan, dan teman S2 ku juga hampir semuanya hadir. Di usia 25 tahun aku melepas masa bujangan eh gadis deng, di sebuah hotel yang tidak dipesan dulu. Jadi setelah resepsi kami menghilang berdua, mau trial en eror. Dan ternyata tidak berhasil saudara -saudara…
Butuh ilmu khusus dan latihan juga rupanya.
Untuk memperkaya khasanah sex dan pengetahuannya, kami meminjam kanan kiri, membeli buku nya, dan mempraktekkannya. Misal ada gaya A, maka hari ini kami menggunakan gaya A, besok B dan lusa-lusannya lagi D, E, Z… Kayak permainan yang mengasyikkan.
Wih, jadi pengen kayak sembilan tahun yang lalu… semua tampak berbunga-bunga dan penuh bahagia. Rasanya hanya 20 persen saja aku bahagia saat itu, dan 80 persennya adalah sangat bahagia….

Hari ini, 12 Desember 2007. Setelah sembilan tahun menikah, apakah yang dirasakan?
Ternyata, hidup itu terus butuh belajar. Kalo dulu belajar mau ber olah raga dengan berbagai gaya, maka saat ini belajar dengan berbagai gaya juga mencoba menyelesaikan publikasi internasionalku. Sementara, Mas Soni juga sedang terus belajar untuk mencari method yang tepat mengambil data lapangan di Way Kambas Lampung untuk data riset S2 nya.
Dan yang membuat kami bahagia, tahun 2007 ini, kami merasakan syukur yang dalam itu, kami berada di luar negeri, di Tokyo Jepun. Luar negeri booo…

Saking sudah mulai terbiasanya hidup di Tokyo, sampe merasa baru berada di luar negeri kalo jalan-jalan ke Osaka, Ke Kyoto, ke Hirosima, ke Nikko, Ke Toyama.
Hal seperti ini kadang suka terlupakan olehku terutama, bahwa hidup di luar negeri ini, mestinya disyukuri sebagai nikmat tiada tara yang di berikan Allah SWT pada kami.
rasa syukur ini terkadang terlupakan, dengan padatnya jadual, sibuknya ke sana-ke sini dan macam-macam gaya penelitian.
Rasa syukur ini harus terus aku pupuk, agar terus menerus menikmati kebersamaan kami dengan buah hati yang sudah ceriwis, kadang manis, kadang galaknya minta ampun dan kadang sangat baik hatinya.

Di usia pernikahan ke sembilan tahun ini, aku juga semakin merasa bahwa tidak mudah menjadi seorang anak, seorang ibu, seorang istri, seorang sahabat dan seorang perempuan yang sekolah. Tanggung jawabku sebagai seorang ibu di rumah sering terabaikan dengan rasa malas dan kelelahan akibat penelitian. Bahkan tugas-tugas lapanganku yang berhari-hari sampai bermingu-minggu, sering membuat Mas Soni menyingsingkan lengan bahu nya yang kuat, untuk memasak di dapur, mencuci piring, dan menjaga buah hati kami. Afwan ya Papa sayang…
Merasa semakin berdosa bahwa di usia pernikahan sembilan tahun ini pun, ternyata tugas sebagai ibu, istri dll nya tidak bisa dijalani dengan sempurna. Semoga perjalanan kuliah kita segera berakhir, dan kita bisa menikmati lagi hari-hari normal di Lampung. Amin…

Kalau 2006 satu tahun yang lalu saat Mas Soni ulang tahun, terpanjatkan doa semoga Mas Soni dan Fira bisa bersama-sama di Jepun. Doa itu sudah dikabulkan oleh Allah, atas bantuan doa semua keluarga di sini. Maka ijinkan pada hari bahagia ini, aku berdoa lagi, semoga keluarga kecil kami tetap menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warohmah.
Publikasi internasionalku bisa lolos dan bisa lulus S3 nya, Mas Soni juga dilancarkan penelitian dua bulan di Lampungnya, dimudahkan semua urusannya dan juga segera bisa lulus tahun 2008. Alangkah indahnya, andai saja Allah berkenan memberikan peluang kelulusan kami secara bersamaan. Semoga Engkau mengabulkan Ya Allah…
Kabulkan doa kami Ya Allah, Engkau Maha Pengabul doa hamba-hambanya yang bersimpuh sujud pada Mu.

Hidup memang harus terus diperjuangkan. Ya Allah kuatkan perjuangan hidup kami menata masa depan kami ini, kuatkan tali cinta diantara kami, sekuat dan sekokoh-kokohnya. Senantiasa mampu berpegangan satu dengan yang lain, sebesar apapun badai yang datang. Kuatkan selalu tali pernikahan ini. Hempaskan alang rintangan yang ada dengan pertolongan dan uluran tangan Mu yang penuh barokah, penuh kasih dan penuh lindungan.

Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Tokyo, 12 Desember 2007
Milad Nikah 9 Tahun.
dari seorang istri yang sedang ngelamun berat…

December 17, 2007 - Posted by | Catatan Harian

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: