Bismillahirohmanirrohim

Just another WordPress.com weblog

Anies Baswedan

Posted by: “Israr Ardiansyah”

Sat Jun 2, 2007 9:46 am (PST)

Perjumpaan dengan teman TK
oleh Israr Ardiansyah *)

Sekitar 32 tahun yang lalu, dia temanku TK. Waktu itu aku kelas nol
kecil, dia kelas nol besar. Meskipun begitu, kami mengalami belajar
di satu ruang kelas yang sama dengan bimbingan kesabaran luar biasa
yang dimiliki Bu Qom.

Saat itu, taman yang katanya paling indah itu hanya mempunyai satu
ruang kelas yang terletak di dekat tangga naik menuju masjid. Aku
masih ingat bahwa aku sempat protes kepada guruku ketika aku
kehilangan banyak temanku di tahun berikutnya, “Mengapa banyak yang
masuk SD sementara aku masih di TK, padahal aku bisa membaca?”
Akhirnya, tahun kedua di TK itu banyak kulalui dengan membolos
karena aku merasa sudah saatnya aku masuk SD.

Waktu berlalu dengan cepatnya. Hampir 24 tahun yang lalu, ketika aku
baru saja masuk SMP 5 Yogyakarta, seorang anak kelas dua
menyapaku, “Israr! Kamu masih ingat aku kan? Kita dulu teman di TK,”
ujarnya seraya menyebut namanya. Aku mengangguk, dan kamipun
bersalaman lagi. Tempus fugit, time flies. Dan aku tidak pernah
mendengar kabarnya lagi kecuali saat dia mengikuti program
pertukaran pelajar ke Amerika ketika SMA.

Ketika pengumuman peserta terbaik penataran P-4 bagi mahasiswa baru
Universitas Gadjah Mada angkatan 1989 diumumkan, namanya disebutkan
oleh pembawa acara. Dia melangkah dari barisan mahasiswa Fakultas
Ekonomi untuk menerima penghargaan dari rektor UGM saat itu, Pak
Koesnadi. Di saat itulah aku baru sadar bahwa kakak kelasku TK itu
menjadi teman seangkatan. Beberapa saat kemudian, kamipun bertemu di
tempat wudhu Gelanggang Mahasiswa UGM menjelang shalat Jumat. Aku
sudah lupa tentang apa kami bercerita. Tetapi, kami menjadi lebih
sering bertemu setelah itu, termasuk ketika suatu hari tidur di
rumahnya, atau bertemu pagi-pagi sekali di rumah neneknya. Yang
jelas, dia pernah tertawa lebar mengiyakan ketika aku katakan bahwa
wajah ikan mas koki yang ada di ruang tamu rumah Bapaknya mirip
seorang tokoh populer di masa Orde Baru.

Dia bahkan pernah bercerita kepadaku bahwa dirinya masih menyimpan
fotoku yang sedang berbicara di muka kelas mewakili teman-teman
sekelas untuk menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepadanya,
ketika kami sama-sama di TK.

Ketika aku menjadi pembawa acara Tanah Merdeka TVRI Yogya, dia telah
secara perlahan mengurangi intensitasnya di layar kaca di acara yang
sama. “Aku di sebuah komunitas di mana sedikit saja kita melakukan
kesalahan, tidak pernah ada ‘excuse’ lagi, ujar Ketua SM UGM itu.

Aku terakhir berjumpa dengannya tahun 1996 ketika dia sedang di
Indonesia di tengah-tengah proses program masternya. Dia memakai
handphone Syafiq sambil berkata, “Mencoba pakai handphone seorang
bos,” sambil tertawa. Aku mencandainya, “Ternyata, untuk mendapat
beasiswa di luar negeri, tidak perlu kita menjadi wisudawan tercepat
atau memiliki IPK tertinggi.” Ucapanku itu akhirnya juga aku alami
sendiri di kemudian hari.

Aku merasa setelah itu kami sempat bertemu satu kali. Tapi yang
jelas, kami sama-sama lupa.

Kemudian, selama sekitar 11 tahun tidak banyak komunikasi email yang
kami lakukan. Mungkin, tidak sampai 10 email pribadi yang saling
kami layangkan. Yang jelas, kami tidak pernah bertemu, bahkan untuk
saling melemparkan joke soal Arab (background etnisnya) dan bangsa-
bangsa tetangganya.

Cengkareng, 27 Mei 2007. Aku menunggu panggilan untuk boarding
Garuda yang akan membawaku ke Balikpapan. Di kejauhan, seorang
berbaju batik bergegas memenuhi panggilan boarding pesawat Garuda
tujuan Denpasar: temanku TK!

Aku memanggilnya dan dia menuju ke arahku sambil tersenyum ceria.
Kamipun berangkulan. “It’s been a long time. 13 tahun? 11 tahun? Ayo
kapan-kapan kita bertemu. Apalagi kantormu dekat kantorku.”

“Insya Allah,” ujarku. Aku perkenalkan dia dengan temanku yang
bersama-sama denganku berkecimpung di inisiatif The Forest
Partnership, sambil bercerita, “Dia temanku TK. Beberapa hari lalu
aku membaca berita kecil di KOMPAS tentang dia: Anies Baswedan,
Rektor Universitas Paramadina.”

02 Juni 2007
*) Sebuah apresiasi untuk ARB dengan amanah baru yang dipikulnya.
Mudah-mudahan ingatanku tidak terdistorsi sehingga cerita ini valid
adanya…

http://israrardi. multiply. com/journal/ item/10?
mark_read=israrardi :journal: 10

June 3, 2007 - Posted by | Hikmah

8 Comments »

  1. Teringat akan aku sendiri, ketika bertemu dengan Anies Baswedan di ruang rektorat universitas paramadina. Padahal mau ketemu dengan Pureknya tapi lagi pada ngumpul.
    Anies Baswedan “is the best” lah, rama, sopan, baik,dan berwibawa. yang mungkin secara pribadi susah di temui di negeri Indonesia ini.
    Berjuang terus Pak, jalan masih panjang. Paramadina harus jadi “World Class University” dan tempat persemaian manusia baru di Indonesia

    Comment by wahyoe | February 26, 2009 | Reply

  2. Bp Israr Ardiansyah.

    Nama saya Indra okta sastika, 27 tahun, berasal dari Tanjung pinang, Kepulauan Riau. sebagai warga Indonesia saya sangat Bangga sekali dengan Bp. Anies Baswedan, teman TK bapak dulu, sebagai temannya izinkan saya untuk mengenal lebih dekat Bp. Anies dengan memberikan alamat e-mail nya, karna saya pingin sekali bertukar pikiran dengan Bp. Anies untuk meningkatkan sudut pandang dan kemampuan saya.

    Terima kasih atas perhatian dan kepercayaan Bapak untuk memberikan informasi yang saya butuhkan di atas.

    Comment by Indra Okta Sastika | June 20, 2009 | Reply

  3. Telah datang berita dari hulu zaman betapa persaudaraan kita dengan bangsa Timur Tengah kini lekang dimakan masa

    Comment by jafar | June 20, 2009 | Reply

  4. pak saya salah satu murid paramadina,dan saya sangat mengagumi pak anies.tampak’nya menurut say bisa pak anies memimpin indonesia ini beberapa tahun lg.dan bapak israr sebagai wakil’nya..

    Comment by satrio septiansyah | June 25, 2009 | Reply

  5. Anies Baswedan : New Rising Star

    Saya sedikit terkejut membaca pamflet kegiatan Gebyar Mahasiswa oleh BEM UNSRI beberapa waktu lalu dengan tagline “Seminar Nasional TrioAnis”.Trio anis yang dimaksud ialah (Anies Baswedan, Anis Matta dan Anis Saggaf), terkejutnya karena nama yang pertama. Anies Baswedan, ……………..

    —————–
    selengkapnya di :

    http://www.unsri.ac.id/blog/ramadhan/lepas/anies-baswedan-new-rising-star/mrdetail/356/

    Comment by ramadhan | July 16, 2009 | Reply

  6. pak anies merupakan tokoh yg bs menginspirasi siapa saja,muda,cerdas,aktif ,rendah hati..Indonesia membutuhkan pmimpin seperti pak Anies Baswedan..

    Comment by yenny | September 27, 2009 | Reply

  7. nama saya muhammad ashsubli, saya bangga sebagai anak muda, karena bpk anies baswedan sebagai contoh pemuda yang sukses

    Comment by muhammad ashsubli | September 30, 2009 | Reply

  8. saya terharu membaca ini..

    Comment by ahada | June 9, 2010 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: