Bismillahirohmanirrohim

Just another WordPress.com weblog

Hanya satu menit by helmi

Posted by: “Helmy Fitriawan” hfitriawan@yahoo.com   hfitriawan

Mon May 28, 2007 10:45 pm (PST)

Dear rekans dosen, sedikit cerita dari
kobe…

Pagi ini selepas mengantar anak&istri ke halte bis
menuju kampus dan sekolahnya, saya pergi ke kantor pos
karena ada satu hal yang perlu diurus disana.
Dengan menaiki sepeda, dalam waktu 10 menitan akhirnya
saya tiba di kantor pos tersebut. Cuma karena saya
tiba jam 8.45 sementara kantor pos baru buka jam 9.00
akhirnya saya menunggu di depan pintu kantor tersebut
dan mengantri dengan beberapa pengunjung lain yang
juga punya berbagai urusan dengan salah satu kantor
pelayanan dari perusahaan pos jepang ini yang katanya
merupakan lembaga keuangan terbesar di dunia, dilihat
dari jumlah uang yang disimpan oleh konsumennya, di
luar World Bank, IMF dan semacamnya.

Sekitar Jam 8.59 atau satu menit sebelum kantor pos
tersebut buka, tiba-tiba ada seorang pengunjung,
seorang bapak2, yang menerobos pintu masuk kantor
tersebut dengan tujuan bertransaksi/ berurusan di
kantor tersebut. Dan kemudian tentu saja, salah satu
petugas di kantor tersebut dengan sangat-sangat ramah
meminta bapak tersebut untuk keluar lagi dikarenakan
kantor tersebut baru akan buka jam 9.00 teng alias
satu menit lagi. Kemudian saya lihat, bapak tersebut
karena mungkin sedikit kecewa akhirnya keluar dan
tidak jadi bertransaksi atau melakukan urusan di
kantor tersebut. Akhirnya tepat pada jam 9.00 kantor
pos tersebut buka, dan saya segera masuk untuk segera
menyelesaikan segala urusan disitu, tidak sampai 10
menit urusan selesai segera saya meninggalkan kantor
pos tersebut.

Tujuan saya berikutnya adalah menuju kantor oyasan
(landlord = bapak kost), dimana beliau adalah salah
satu pimpinan dari perusahaan yang memiliki dan
mengurusi apartemen yang kami tempati. Karena saya
sudah berjanji jam 10.00 dengan oyasan tersebut di
kantornya, maka dengan sepeda saya menuju kantornya
untuk mengurus beberapa surat berkaitan dengan kontrak
apartemen saya itu. Di tengah perjalanan saya melewati
satu toko yang menjual buah dan sayuran, dan karena
saya lihat ada beberapa buah yang cukup murah dan
kelihatnnya enak dan juga istri saya pagi tadi
membicarakan untuk membeli buah untuk anak kami
akhirnya saya memutuskan menghentikan sepeda saya dan
melihat-lihat. Ketika tangan saya baru menyentuh satu
buah semangka yang kelihatannya cukup enak dan segar,
apalagi di musim panas seperti ini, salah satu pelayan
di toko tersebut mengatakan kepada saya “mada desu”
(belum buka). Yang kemudian saya tanya “nanjikara ?”
(buka mulai jam berapa), yang kemudian dijawab
“juujikara desu” (jam 10.00). Sementara saat itu waktu
baru menunjukkan jam 9.25. Ya sudah akirnya dengan
sedikit kecewa, batal deh saya membeli semangka
tersebut, masa saya harus menunggu 35 menit lagi
hingga toko itu baru melayani pembeli, sementara jam
10 tepat saya ada janji dengan si oyasan.

Akhirnya kembali degan sepeda kesayangan, saya menuju
kantor oyasan. Ternyata saya sampai disana lebih cepat
dari yang saya perkirakan, yaitu jam 9.30. Ya sudah
deh, daripada saya harus menunggu sekitar setengah
jam-an, sementara saya harus segera ke kampus untuk
menyelesaikan berbagai kerjaan yang numpuk, akhirnya
saya memberanikan masuk ke kantornya oysana.
Setelah mengucapkan “Ohayogozaimasu” (selamat pagi)
pada salah satu pegawai yang ada disana, saya
menanyakan oyasan yang juga bossnya pegawai tersebut.
Setelah dicek ke ruangannya oleh si pegawai tersebut,
ternyata sang boss tidak ada. Dan kemudian salah satu
pegawai yang lain berinisiatif menelpon sang boss,
melalui telepon tersebut saya berbicara dengan si
oyasan, ternyata saat itu dia sedang ada kerjaan dan
tidak bisa menemui saya. Ya sudah, akhirnya saya
menitipkan surat kontrak sewa apartemen pada salah
satu pegawainya itu. Hehe salah sendiri disuruh datang
jam 10.00 teng kok datangnya kecepatan. Saya
memberanikan masuk jam 9.30 tadi itu, karena saya
perkirakan sang oyasan atau boss ini baru datang ke
kantornya dan paling-paling juga masih baca-baca koran
sambil minum kopi atau masih browsing2 internet
ngecek2 email seperti yang biasa saya lakukan tiap
pagi..:-))

Ya itulah orang jepun, korupsi waktu saja tidak mau,
padahal untuk kasus kantor pos dan toko buah tadi jika
pegawai atau pelayannya sedikit permisif saja tentu
tidak akan sampai kehilangan calon konsumen/pembeli,
cuma satu menit euy….

Tiga kejadian pagi ini mungkin kelihatannya sepele dan
biasa saja bagi orang yang sudah biasa menghargai
waktu, tapi tidak sama sekali bagi saya yang berasal
dari negara dengan budaya permisif dan jam karet yang
sudah melegenda… Ya mudah-mudahan ini bisa jadi
pelajaran bagi saya untuk perbaikan diri…

Salam hangat
Helmy di kobe
29 Mei 2007, 11.00.

May 31, 2007 - Posted by | Hikmah

2 Comments »

  1. Boleh nimbrung ya…

    Menarik juga ceritanya ya, Helmy?
    Di Jepang rupanya orang begitu ketat untuk urusan waktu.
    Kalau pengalaman saya di Australia agak sedikit berbeda.

    Hari Minggu yang lalu kami sudah berencana untuk menemui salah seorang keluarga Indonesia di Canberra.
    Karena mereka mau pergi ke acara lain, jam 11 siang, maka kami memutuskan untuk mampir ke sana jam 9.30.

    Kami memutuskan untuk membeli sebuah cake untuk mereka, maka kami mampir dulu ke toko Cheese Cake yang paling terkenal di Canberra.

    Sampai di depan toko jam 9.20, saya lihat tulisan: Open Sunday from 10 am to 5 pm. Wah… kacau nih, mesti nunggu 40 menit dan janjian sama teman bisa telat juga.

    Dari luar kaca toko, saya lihat ada seorang “lady” kira-kira seumur saya di dalam yang tersenyum membalas senyuman saya. Kemudian dia mendekati pintu kaca dan bertanya:”can I help you?” Aku jawab: “I did not know that you open at 10 on Sundays”. Dia bilang: “yes, we do”. Aku tanya lagi : ” I am very sorry, but is that OK if I buy the cake now?” (sebenernya sih malu banget….). Dia bilang: “OK… please come in, what kind of cake would you like?” Kemudian transaksi pun berlangsung, walaupun aku harus menunggu beberapa menit waktu mau bayar, karena menunggu komputer di cashier untuk “start up” beberapa menit.

    Tapi untuk urusan “kecepetan” ini aku pernah juga dirugikan, yaitu waktu mau berangkat naik bis. Bis di sini memang hampir tidak pernah terlambat, tapi ternyata bisa juga berangkat lebih cepat dari jadwal. Suatu pagi aku mau ke kampus naik bis. Aku sampe di halte 5 menit sebelum bis berangkat dan aku merasa heran kok sepi?? biasanya kan banyak orang nunggu… ternyata bis sudah berangkat entah berapa menit yang lalu. Akibatnya aku mesti nunggu bis berikutnya setengah jam kemudian. Padahal aku ada janji dengan supervisor… Dari situ aku kapok deh datang ke halte dengan waktu pas-pas-an….

    susi

    Comment by susi sarumpaet | June 28, 2007 | Reply

  2. Waktu memang sangat berharga, waktu terus bergerak dan sama sekali tak bisa dihentikan apalagi dimundurkan. kita senantiasa harus bergerak bersamanya. cerita yang cukup menarik. ngomong2…. ini helmy orang guro alumni sman 1 Krw, bukan. tks

    Comment by Hendra | July 1, 2007 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: