Bismillahirohmanirrohim

Just another WordPress.com weblog

Alhamdulillah

Pagi ini ke kampus setelah menyiapkan satu set peralatan buat sample penelitian di rumah. banyak juga ternyata barang2 kecil penelitian yang harus aku cicil bawa ke Nikko National Park. Memang sebenernya dibutuhkan mobil.

ah andai punya sim jepang, jadi bisa bawa mobil sendiri di lapangan yang biasanya sepi jalanannya tidak seperti di Tokyo.

Pagi ini saat mau naik lift dihampiri oleh si ibu yang jadi cleaning servise. Beliau umur nya 70 an tahun tapi masih kerja. Beliau menyapa ramah dengan Ohayou Gozaimasu, lalu mengatakan terimakasih banyak atas dompet yang saya berikan dua minggu lalu. Wih, dua minggu lalu kan sudah lama. Kok ya masih diingatnya.

Beliau bertanya , katanya maaf saya lupa, ananda dari negara mana?

Saya dari Indonesia obaasan, kenapa?

Cucu saya bertanya, dompetnya bagus sekali. Ayo main ke rumah saya ya. Anak laki-laki saya berumur 48 tahun dan cucu perempuan saya berumur 11 tahun, sekarang kelas lima SD di Kunitachi. Tiap hari naik kereta Keio Line ke sekolahnya di sambung naik bus. Ayo main ke rumah saya ya….kita janjian dulu ya…..

Katanya dengan wajah berseri. Saya jadi terharu, dan dengan cepat menjawab

Iya saya segera main bersama putri saya. apakah boleh?

Wah tentu saja boleh, dengan senang hati.

Kira-kira begitu percakapan kami dalam bahasa jepang saya yang masih gagu. Melihat senyumannya yang tulus, rasanya hati saya adem banget. Sudah lama nggak liat senyum tulus seseorang di Jepang ini. Semua muka cool, tegang dan tanpa senyum. Mereka bekerja dan bekerja, layaknya robat bernama manusia.

Etos kerja mereka sangat tinggi. Bayangkan dengan usia yang sudah sepuh saja, mereka masih bekerja jadi pembersih WC, nyapu halaman kampus Nokodai, bersihkan lantai kaikan, ngepel koridor laboratory dan memisahkan sampah-sampah. Sampah di Tokyo sebenarnya sudah ada tempat terpisah antara sampah yang dapat dibakar dan tidak dapat dibakar. Tapi ada lagi kriteria lainnya, yaitu yang can atau kaleng, harus dipisah dengan tutupnya. Lalu yang botol beling atau gelas, juga harus dipisahkan sampahnya. Yang bersifat batu baterai, elektronik juga pisah. Tempat sampah di Nokodai sini sudah disiapkan berjejer ada enam box gede, tapi tetep aja, pembuang sampahnya para mahasiswa mahasiswi yang katanya intelek itu, masih suka nyampur dan main bruk bruk aja.

Wal hasil, para obaa san ojii san itu yang memilah milah dengan snagat perlahan. Belum lagi bila di rewangi dengan bau tidak sedap dari sampah yang basah tercampur dengan sampah plastik. Duh kasiannya si nenek…………………

Ayo dong mhs mhsi Nokodai kalo buang sampah yang bener sesuai tempatnya, kasian para orang tua yang memilah ulang sampah buanganmu.

Kembali lagi ke si ibu yang berambut keriting, badannya agak bungkuk karena usia tuanya, yangberseragam hijau putih seragam Cleaning Servis Nokodai. Pagi ini akhirnya, beliau menerima satu pack sembe dari saya dan gantungan kunci Yogya untuk cucunya.

Itsumo itsumo, sumimasen, arigatou gozaimasu nee……senyum lebarnya terkembang lagi dari wajah keriputnya yang polos penuh dengan kebahagiaan. Alhamdulillah….pagi iniaku terima senyuman seorang jepang, yang tulus……………………………………..

kapan ya terima senyuman tulus Sensei di Laboratory?

Alhamdulilah

May 10, 2007 - Posted by | Catatan Harian

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: