Bismillahirohmanirrohim

Just another WordPress.com weblog

Palestina 6 (Mari Berpikir Sederhana)

Dari: arida_bi
Topik: [fahima] Mari Berpikir Sederhana
Kepada: fahima@yahoogroups. com
Tanggal: Minggu, 11 Januari, 2009, 7:33 PM

Mungkin kamu mengeluh, kenapa akhir-akhir ini begitu gencar berita
tentang Gaza atau Palestina. Mungkin kamu begitu jenuh, capek, membaca
berita yang itu itu saja. Bahkan mungkin sempat kau bilang. “Males
ah!” Atau ngedumel “Berita kok panas melulu!” bahkan yang lainnya.
Aku ingatkan kau teman!
Aku dan kau di sini bisa makan dan minum dengan kenyang, bisa tidur
nyenyak dalam damai, mau wudhu juga gak perlu tayamum. Dan jangan lupa
di negeri kita tak ada musim dingin hingga kau tak perlu selimut
penghangat. Kamu masih bisa melihat wajah-wajah keluargamu, bisa
bersama mereka walau sekedar menelpon ketika kamu jauh dari mereka.
Kamu masih bisa tertawa lebar. Kamu masih bisa bekerja mencari uang
dengan nyaman tanpa gangguan….
Akan tetapi nun jauh di sana…
Bisakah seperti itu?
Andai kamu mampu berempati tentu kamu bisa merasakan, tak hanya pedih
atau luka. Tangis seperti sudah terhalau angin kedukaan.
kata-kata sedih, pilu, tangis, meratap, kehilangan, luka, dendam,
tercabik, berdarah, berpisah tak henti mengoyak. Andai itu terjadi
padamu.. sanggupkah engkau?
karena itu mari berpikir sederhana..

http://radiotarbiya h.multiply. com

January 15, 2009 Posted by bainahsaridewi | Palestina | | No Comments Yet

Palestina 5 (Ngapain sih ribut-ribut mendukung Palestina)

Posted by: “ummu hilma” 

Tue Jan 13, 2009 5:11 pm (PST)

Assalamu’alaikum wr wb,

Palestina, diantaranya, sebagai negara yang turut membantu bangsa Indonesia terlepas dari kungkungan tirani penjajah. Kini mereka memerlukan dukungan dan uluran tangan kita… Akankah kita membayar hutang jasa Palestina??

Saya forward dari milis sebelah…

Wassalamu’alaikum wr wb,

Ike

—– Forwarded message from ferdy@toyota. astra.co. id —–
Date: Fri, 9 Jan 2009 14:26:53 +0700
From: “M. Ferdy Firmansyah” <ferdy@toyota. astra.co. id>
Reply-To: “M. Ferdy Firmansyah” <ferdy@toyota. astra.co. id>
Subject: [perisai] FW: Ngapain sih ribut-ribut mendukung Palestina?
To: perisai <perisai@milis. astra.co. id>

Ngapain sih ribut-ribut mendukung
Palestina?

Kalau ada ribut-ribut di negara- negara Arab, misalnya di Mesir,
Palestina, atau Suriah, kita sering bertanya apa signifikansi dukungan
terhadap Negara tersebut. Misalnya baru-baru ini ketika Palestina
diserang. Ngapain sih mendukung Palestina?

Pertanyaan tersebut diatas sering kita dengar, terutama karena kita
bukan orang Palestina, bukan bangsa Arab, rakyat sendiri sedang susah,
dan juga karena entah mendukung atau enggak, sepertinya tidak
berpengaruh pada kegiatan kita sehari-hari.

Padahal, untuk yang belum mengetahui.. kita sebagai orang Indonesia
malah berhutang dukungan untuk Palestina.

Sukarno-Hatta boleh saja memproklamasikan kemerdekaan RI de facto pada
17 Agustus 1945, tetapi perlu diingat bahwa untuk berdiri (de jure)
sebagai negara yang berdaulat, Indonesia membutuhkan pengakuan dari
bangsa-bangsa lain. Pada poin ini kita tertolong dengan
adanya pengakuan
dari tokoh tokoh Timur Tengah, sehingga Negara Indonesia bisa berdaulat.

Gong dukungan untuk kemerdekaan Indonesia ini dimulai dari Palestina dan
Mesir, seperti dikutip dari buku “Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar
Negeri” yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan
Indonesia , M. Zein Hassan Lc. Buku ini diberi kata sambutan oleh Moh.
Hatta (Proklamator & Wakil Presiden pertama RI), M. Natsir (mantan
Perdana Menteri RI), Adam Malik (Menteri Luar Negeri RI ketika buku ini
diterbitkan) , dan Jenderal (Besar) A.H. Nasution.

M. Zein Hassan Lc. Lt. sebagai pelaku sejarah, menyatakan dalam bukunya
pada hal. 40, menjelaskan tentang peranserta, opini dan dukungan nyata
Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia, di saat negara-negara lain
belum berani untuk memutuskan sikap.

Dukungan Palestina ini diwakili oleh Syekh Muhammad Amin
Al-Husaini
-mufti besar Palestina- secara terbuka mengenai kemerdekaan Indonesia:

“.., pada 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan
‘ucapan selamat’ mufti Besar Palestina Amin Al-Husaini (beliau
melarikan
diri ke Jerman pada permulaan perang dunia ke dua) kepada Alam Islami,
bertepatan ‘pengakuan Jepang’ atas kemerdekaan Indonesia. Berita yang
disiarkan radio tersebut dua hari berturut-turut, kami sebar-luaskan,
bahkan harian “Al-Ahram” yang terkenal telitinya juga
menyiarkan.” Syekh
Muhammad Amin Al-Husaini dalam kapasitasnya sebagai mufti Palestina juga
berkenan menyambut kedatangan delegasi “Panitia Pusat Kemerdekaan
Indonesia” dan memberi dukungan penuh. Peristiwa bersejarah tersebut
tidak banyak diketahui generasi sekarang, mungkin juga para pejabat
dinegeri ini.

Bahkan dukungan ini telah dimulai setahun sebelum Sukarno-Hatta
benar-benar memproklamirkan
kemerdekaan RI. Tersebutlah seorang
Palestina yang sangat bersimpati terhadap perjuangan Indonesia ,
Muhammad Ali Taher. Beliau adalah seorang saudagar kaya Palestina yang
spontan menyerahkan seluruh uangnya di Bank Arabia tanpa meminta tanda
bukti dan berkata: “Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan
perjuangan Indonesia ..”

Setelah seruan itu, maka negara daulat yang berani mengakui kedaulatan
RI pertama kali oleh Negara Mesir 1949. Pengakuan resmi Mesir itu (yang
disusul oleh negara-negara Tim-Teng lainnya) menjadi modal besar bagi RI
untuk secara sah diakui sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh.
Pengakuan itu membuat RI berdiri sejajar dengan Belanda (juga dengan
negara-negara merdeka lainnya) dalam segala macam perundingan &
pembahasan tentang Indonesia di lembaga internasional.

Dukungan Mengalir Setelah Itu

Setelah itu, sokongan dunia Arab
terhadap kemerdekaan Indonesia menjadi
sangat kuat. Para pembesar Mesir, Arab dan Islam membentuk ‘Panitia
Pembela Indonesia ‘. Para pemimpin negara dan perwakilannya di lembaga
internasional PBB dan Liga Arab sangat gigih mendorong diangkatnya isu
Indonesia dalam pembahasan di dalam sidang lembaga tersebut.

Di jalan-jalan terjadi demonstrasi- demonstrasi dukungan kepada
Indonesia oleh masyarakat Timur Tengah. Ketika terjadi serangan Inggris
atas Surabaya 10 November 1945 yang menewaskan ribuan penduduk Surabaya
, demonstrasi anti Belanda-Inggris merebak di Timur-Tengah khususnya
Mesir. Sholat ghaib dilakukan oleh masyarakat di lapangan-lapangan dan
masjid-masjid di Timur Tengah untuk para syuhada yang gugur dlm
pertempuran yang sangat dahsyat itu.

Yang mencolok dari gerakan massa internasional adalah ketika momentum
Pasca Agresi Militer Belanda ke-1, 21 juli 1947, pada 9 Agustus.
Saat
kapal “Volendam” milik Belanda pengangkut serdadu dan senjata telah
sampai di Port Said.

Ribuan penduduk dan buruh pelabuhan Mesir berkumpul di pelabuhan itu.
Mereka menggunakan puluhan motor-boat dengan bendera merah-putih -tanda
solidaritas- berkeliaran di permukaan air guna mengejar dan menghalau
blokade terhadap motor-motor- boat perusahaan asing yang ingin menyuplai
air & makanan untuk kapal “Volendam” milik Belanda yang berupaya
melewati Terusan Suez, hingga kembali ke pelabuhan. Kemudian motor boat
besar pengangkut logistik untuk “Volendam” bergerak dengan dijaga
oleh
20 orang polisi bersenjata beserta Mr. Blackfield, Konsul Honorer
Belanda asal Inggris, dan Direktur perusahaan pengurus kapal Belanda di
pelabuhan. Namun hal itu tidak menyurutkan perlawanan para buruh Mesir.

Wartawan ‘Al-Balagh’ pada 10/8/47 melaporkan:

“Motor-motor boat yang penuh buruh
Mesir itu mengejar motor-boat besar
itu dan sebagian mereka dapat naik ke atas deknya. mereka menyerang
kamar stirman, menarik keluar petugas-petugasnya, dan membelokkan
motor-boat besar itu kejuruan lain.”

Melihat fenomena itu, majalah TIME (25/1/46) dengan nada salib
menakut-nakuti Barat dengan kebangkitan Nasionalisme- Islam di Asia dan
Dunia Arab. “Kebangkitan Islam di negeri Muslim terbesar di dunia
seperti di Indonesia akan menginspirasikan negeri-negeri Islam lainnya
untuk membebaskan diri dari Eropa.”

Melihat peliknya usaha kita untuk merdeka, semoga bangsa Indonesia yang
saat ini merasakan nikmatnya hidup berdaulat tidak melupakan peran
bangsa bangsa Arab, khususnya Palestina dalam membantu perdjoeangan
kita..(Lihat foto bung Hatta, Hj Agus Salim, Mufti Palestina, dan
pemimpin Mesir di attachement supaya kita kenal wajah wajah dari tokoh
pembela Indonesia
ini)

Statement Tokoh dalam buku ini:

Dr. Moh. Hatta

“Kemenangan diplomasi Indonesia yang dimulai dari Kairo. Karena dengan
pengakuan Mesir dan negara-negara Arab lainnya terhadap Indonesia
sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh, segala jalan tertutup
bagi Belanda untuk surut kembali atau memungkiri janji, sebagai selalu
dilakukannya di masa-masa yang lampau.”

A.H. Nasution

“Karena itu tertjatatlah, bahwa negara-2 Arab jang paling dahulu
mengakui RI dan paling dahulu mengirim misi diplomatiknja

ke Jogja dan jang paling dahulu memberi bantuan biaja bagi diplomat-2
Indonesia di luar negeri. Mesir, Siria, Irak, Saudi-Arabia, Jemen,
memelopori pengakuan de jure RI bersama Afghanistan dan IranTurki
mendukung RI. Fakta-2 ini merupakan hasil perdjuangan diplomat-2
revolusi kita. Dan simpati terhadap RI jang tetap luas di negara-2 Timur
Tengah
merupakan modal perdjuangan kita seterusnja, jang harus terus
dibina untuk perdjuangan jang ditentukan oleh UUD ‘45 : “ikut
melaksanakan ketertiban dunia jang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian
abadi dan keadilan sosial”.

“Perumpamaan kaum muslimin yang saling kasih mengasihi dan cinta
mencintai antara satu sama lain ibarat satu tubuh. Jika salah satu
anggota berasa sakit maka seluruh tubuh akan turut berasa sakit dan
tidak dapat tidur.” (HR Bukhari)

—– End forwarded message —–

———— ——— ——— ——— ——— ——— -
This message was sent using IMP, the Internet Messaging Program.

The information transmitted is intended only for the person or the entity to
which it is addressed and may contain confidential and/or privileged material.
If you have received it by mistake please notify the sender by return e-mail
and
delete this message including any of its attachments from your system. Any use,
review, reliance or dissemination of this message in whole or in part is
strictly prohibited. Please note that e-mails are susceptible to change. The
views expressed herein do not necessarily represent those of PT Astra
International Tbk and should not be construed as the views, offers or
acceptances of PT Astra International Tbk.

Ngapain sih rebut-ribut mendukung Palestina?

 

Kalau ada ribut-ribut di negara- negara Arab, misalnya
 di Mesir, Palestina, atau Suriah, kita sering bertanya apa signifikansi
dukungan terhadap Negara tersebut. Misalnya baru-baru ini ketika
Palestina diserang. Ngapain sih mendukung Palestina?

 

Pertanyaan tersebut diatas sering kita dengar, terutama karena kita
bukan orang Palestina, bukan bangsa Arab, rakyat sendiri sedang susah, dan juga
karena entah mendukung atau enggak, sepertinya tidak berpengaruh pada kegiatan
kita sehari-hari.

 

Padahal, untuk yang belum mengetahui.. kita sebagai
orang Indonesia malah berhutang dukungan untuk Palestina.

 

Sukarno-Hatta boleh saja memproklamasikan kemerdekaan
RI de facto pada 17 Agustus 1945, tetapi perlu diingat bahwa untuk berdiri (de
jure) sebagai negara yang berdaulat, Indonesia membutuhkan pengakuan dari
bangsa-bangsa lain. Pada poin ini kita tertolong dengan adanya pengakuan dari
tokoh tokoh Timur Tengah, sehingga Negara Indonesia bisa berdaulat.

 

Gong dukungan untuk kemerdekaan Indonesia ini dimulai
dari Palestina dan Mesir, seperti dikutip dari buku “Diplomasi Revolusi
Indonesia di Luar Negeri” yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat
Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia , M. Zein Hassan Lc.  Buku ini diberi
kata sambutan oleh Moh. Hatta (Proklamator & Wakil Presiden pertama RI), M.
Natsir (mantan Perdana Menteri RI), Adam Malik (Menteri Luar Negeri RI ketika
buku ini diterbitkan) , dan Jenderal (Besar) A.H. Nasution.

 

M. Zein Hassan Lc. Lt. sebagai pelaku sejarah,
menyatakan dalam bukunya pada hal. 40, menjelaskan tentang peranserta, opini
dan dukungan nyata Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia, di saat
negara-negara lain belum berani untuk memutuskan sikap.

 

Dukungan Palestina ini diwakili oleh Syekh Muhammad
Amin Al-Husaini -mufti besar Palestina- secara terbuka mengenai kemerdekaan
Indonesia:

 

“.., pada 6 September 1944,
Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan ‘ucapan selamat’ mufti Besar Palestina
Amin Al-Husaini (beliau melarikan diri ke Jerman pada permulaan perang dunia ke
dua) kepada Alam Islami, bertepatan ‘pengakuan Jepang’ atas kemerdekaan
Indonesia. Berita yang disiarkan radio tersebut dua hari berturut-turut, kami
sebar-luaskan, bahkan harian “Al-Ahram” yang terkenal telitinya juga
menyiarkan.” Syekh Muhammad Amin Al-Husaini dalam kapasitasnya sebagai
mufti Palestina juga berkenan menyambut kedatangan delegasi “Panitia Pusat
Kemerdekaan Indonesia” dan memberi dukungan penuh. Peristiwa bersejarah
tersebut tidak banyak diketahui generasi sekarang, mungkin juga para pejabat
dinegeri ini.

 

Bahkan dukungan ini telah dimulai setahun sebelum
Sukarno-Hatta benar-benar memproklamirkan kemerdekaan RI. Tersebutlah seorang Palestina
yang sangat bersimpati terhadap perjuangan Indonesia , Muhammad Ali Taher.
Beliau adalah seorang saudagar kaya Palestina yang spontan menyerahkan seluruh
uangnya di Bank Arabia tanpa meminta tanda bukti dan berkata: “Terimalah
semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia ..”

 

Setelah seruan itu, maka negara daulat yang berani
mengakui kedaulatan RI pertama kali oleh Negara Mesir 1949. Pengakuan resmi
Mesir itu (yang disusul oleh negara-negara Tim-Teng lainnya) menjadi modal
besar bagi RI untuk secara sah diakui sebagai negara yang merdeka dan berdaulat
penuh. Pengakuan itu membuat RI berdiri sejajar dengan Belanda (juga dengan
negara-negara merdeka lainnya) dalam segala macam perundingan & pembahasan
tentang Indonesia di lembaga internasional.

 

Dukungan Mengalir Setelah Itu

 

Setelah itu, sokongan dunia Arab terhadap kemerdekaan
Indonesia menjadi sangat kuat. Para pembesar Mesir, Arab dan Islam membentuk
‘Panitia Pembela Indonesia ‘. Para pemimpin negara dan perwakilannya di lembaga
internasional PBB dan Liga Arab sangat gigih mendorong diangkatnya isu
Indonesia dalam pembahasan di dalam sidang lembaga tersebut.

 

Di jalan-jalan terjadi demonstrasi- demonstrasi
dukungan kepada Indonesia oleh masyarakat Timur Tengah. Ketika terjadi serangan
Inggris atas Surabaya 10 November 1945 yang menewaskan ribuan penduduk Surabaya
, demonstrasi anti Belanda-Inggris merebak di Timur-Tengah khususnya Mesir.
Sholat ghaib dilakukan oleh masyarakat di lapangan-lapangan dan masjid-masjid
di Timur Tengah untuk para syuhada yang gugur dlm pertempuran yang sangat
dahsyat itu.

 

Yang mencolok dari gerakan massa internasional adalah
ketika momentum Pasca Agresi Militer Belanda ke-1, 21 juli 1947, pada 9
Agustus. Saat kapal “Volendam” milik Belanda pengangkut serdadu dan
senjata telah sampai di Port Said.

 

Ribuan penduduk dan buruh pelabuhan Mesir berkumpul di
pelabuhan itu. Mereka menggunakan puluhan motor-boat dengan bendera merah-putih
-tanda solidaritas- berkeliaran di permukaan air guna mengejar dan menghalau
blokade terhadap motor-motor- boat perusahaan asing yang ingin menyuplai air
& makanan untuk kapal “Volendam” milik Belanda yang berupaya
melewati Terusan Suez, hingga kembali ke pelabuhan. Kemudian motor boat besar
pengangkut logistik untuk “Volendam” bergerak dengan dijaga oleh 20
orang polisi bersenjata beserta Mr. Blackfield, Konsul Honorer Belanda asal
Inggris, dan Direktur perusahaan pengurus kapal Belanda di pelabuhan. Namun hal
itu tidak menyurutkan perlawanan para buruh Mesir.

 

Wartawan ‘Al-Balagh’ pada 10/8/47 melaporkan:

 

“Motor-motor boat yang penuh buruh Mesir itu
mengejar motor-boat besar itu dan sebagian mereka dapat naik ke atas deknya.
mereka menyerang kamar stirman, menarik keluar petugas-petugasnya, dan
membelokkan motor-boat besar itu kejuruan lain.”

 

Melihat fenomena itu, majalah TIME (25/1/46) dengan
nada salib menakut-nakuti Barat dengan kebangkitan Nasionalisme- Islam di Asia
dan Dunia Arab. “Kebangkitan Islam di negeri Muslim terbesar di dunia
seperti di Indonesia akan menginspirasikan negeri-negeri Islam lainnya untuk
membebaskan diri dari Eropa.”

 

Melihat peliknya usaha kita untuk merdeka, semoga
bangsa Indonesia yang saat ini merasakan nikmatnya hidup berdaulat tidak
melupakan peran bangsa bangsa Arab, khususnya Palestina dalam membantu
perdjoeangan kita..(Lihat  foto bung Hatta, Hj Agus Salim, Mufti
Palestina, dan pemimpin Mesir di attachement supaya kita kenal wajah wajah dari
tokoh pembela Indonesia ini)

 

Statement Tokoh dalam buku ini:

 

Dr. Moh. Hatta

 

“Kemenangan diplomasi
Indonesia yang dimulai dari Kairo.
Karena dengan pengakuan Mesir dan negara-negara Arab lainnya terhadap Indonesia
sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh, segala jalan tertutup bagi
Belanda untuk surut kembali atau memungkiri janji, sebagai selalu dilakukannya
di masa-masa yang lampau.”

 

A.H. Nasution

 

“Karena itu tertjatatlah, bahwa negara-2 Arab jang paling dahulu
mengakui RI dan paling dahulu mengirim misi diplomatiknja

ke Jogja dan jang paling dahulu memberi bantuan biaja bagi diplomat-2
Indonesia
di luar negeri. Mesir, Siria, Irak, Saudi-Arabia, Jemen, memelopori pengakuan
de jure RI bersama Afghanistan
dan IranTurki mendukung RI. Fakta-2 ini merupakan hasil perdjuangan diplomat-2
revolusi kita. Dan simpati terhadap RI jang tetap luas di negara-2 Timur Tengah
merupakan modal perdjuangan kita seterusnja, jang harus terus dibina untuk
perdjuangan jang ditentukan oleh UUD ‘45 : “ikut melaksanakan ketertiban
dunia jang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”.

 

 

“Perumpamaan kaum muslimin yang saling kasih mengasihi dan cinta
mencintai antara satu sama lain ibarat satu tubuh. Jika salah satu anggota
berasa sakit maka seluruh tubuh akan turut berasa sakit dan tidak dapat
tidur.” (HR Bukhari)

January 15, 2009 Posted by bainahsaridewi | Palestina | | No Comments Yet

Palestina 7 (JIL ??? Israel)

Posted by: “Ukhti Nida” 

Tue Jan 13, 2009 8:07 am (PST)

Kembali JIL Bela Israel, Tuduh HAMAS Teroris

Bak aksi demo di lapang terbuka, shooting acara Today’s Dialogue Metro TV
pun diwarnai sorakan penonton, bahkan teriakan kekesalan. Untung saja tidak
ada satu pun penonton di studio yang sampai melempar sepatu kepada salah
satu pembicara dalam acara itu, yang berlangsung pada Senin sore
(12/01/2009) di Jakarta.

Pasalnya, penonton menuding salah satu pembicara yakni Chairman Jaringan
Islam Liberal (JIL) Luthfi Assyaukanie sebagai ‘humas’ Amerika yang
mendukung penjajahan Israel di Palestina.

Bahkan salah satu pembicara lainnya, Ketua Badan Hubungan Luar Negeri DPP
PKS Luthfi Hassan Ishaaq sampai menepuk-nepuk pundak Assyaukanie sambil
berkata “Kakek Anda juga dulu dibilang teroris oleh penjajah Belanda!”
menanggapi pernyataan Assyaukanie yang menyebutkan bahwa Hamas adalah
teroris bukan institusi negara sehingga Israel tidak mau duduk berunding
satu meja.

Assyaukanie mengatakan bahwa sudah seharusnya dunia Islam terutama
negara-negara Timur Tengah melakukan perundingan dengan Israel melalui
Jordan atau negara Islam lainnya yang memiliki hubungan diplomatik dengan
Israel. Chairman JIL ini pun menyatakan lebih lanjut bahwa selain itu juga
harus melakukan lobi yang lebih kuat lagi kepada Amerika sampai melebihi
kekuatan lobi Israel. Sehingga Amerika bisa menekan Israel untuk
menghentikan serangannya ke Palestina.

Teriakan “huuuuuu” penonton kembali ditujukan pada Assyaukanie. “Berapa
lama menunggunya, sampai orang Islam di Palestina habis semua?” sanggah
Hassan dan disambut takbir oleh penonton. Mengingat sampai acara ini
berlangsung warga yang menjadi korban meninggal sudah tembus angka 900 dan
luka-luka di atas 3500 orang yang sebagian besarnya adalah wanita dan
anak-anak. Resolusi Gencatan Senjata PBB yang dikeluarkan Kamis (8/01/2009)
pun menambah ratusan koleksi resolusi yang selalu dilanggar Israel terkait
agresinya selama ini.

Berbeda dengan Assyaukanie, Jubir HTI Ismail Yusanto menyatakan justru
Israel adalah anjing herdernya Amerika yang sengaja diikat di Timur Tengah
untuk menakut-nakuti para penguasa negeri Islam itu, sehingga mereka mau
tetap tergantung pada Amerika. Penonton kembali bertakbir.

Dalam program yang bertema Perlukah Memberikan Bantun Kemanusiaan kepada
Palestina tersebut Yusanto menyatakan ada dua masalah dalam hal ini yakni
korban dan pembantai. Untuk korban solusinya tentu saja diberikan
obat-obatan, makanan dan bantuan kemanusiaan lainnya. Sedangkan untuk
pembantai hanya satu solusinya yakni lawan dengan senjata. Karena hanya itu
lah bahasa yang dapat dimengerti Israel. Sehingga sudah seharusnya para
penguasa negeri kaum Muslim menyadari hal ini, bersatu dan mengerahkan
pasukannya melawan Israel dengan Jihad.

“Tidak mungkin pernah bersatu!” sanggah Assyaukanie. Mendengar sanggahan
itu penonton pun nampak geram dan kembali berteriak “huuuuuu…”. Namun
walaupun diselimuti rasa kesal salah satu penonton sempat berkelekar kepada
Media Umat, “Untung saya tidak pakai sepatu, kalau pakai, saya lempar tuh ke
kepalanya!” ujar Pramu salah satu penonton di studio sambil menunjukkan
sandal yang dipakainya.

Kita tidak tahu apakah Luthfi masih tetap membela Israel kalau rumahnya
sendiri yang dibombardir Israel yang menewaskan seluruh keluarganya! (
mediaumat.com, jokoprasetyo) .

*Simak Selengkapnya: *

- Dalam *Today’s Dialogue*, Malam Ini (*Hari Selasa*, 13 Januari
2009), *Pukul
22.05 *di Program *METROTV*.

January 15, 2009 Posted by bainahsaridewi | Palestina | | No Comments Yet

Palestina 4 (Benang Merah Konflik Israel dan umat manusia

Posted by: “nesia andriana” 

Tue Jan 13, 2009 10:27 pm (PST)

Source : Unknown (dari milis Indonesian Muslim in KSA),
pengirim pertama : Amir Syarif Hidayatullah.

BENANG MERAH KONFLIK ISRAEL DAN UMAT MANUSIA

Akar Konflik Palestina-Israel
Sebagai hadiah menyambut Tahun Baru Hijriyyah 1 Muharram 1430 H.
Sebagai bentuk rasa solidaritas kepada saudara-saudara umat manusia

Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Fariz Mehdawi, dalam wawancara
dengan TVOne mengatakan, bahwa serangan Israel ke Jalur Gaza sejak
27 Desember lalu, adalah serangan ilegal yang telah terjadi selama
puluhan tahun. Dalam ulasan berita di MetroTV disebutkan, serangan
Israel kali ini merupakan kejadian paling buruk sejak 60 tahun
terakhir (sejak Israel berdiri tahun 1948). Para mahasiswa Arab
mempertanyakan posisi Liga Arab yang tidak bisa berbuat apa-apa.
Dunia internasional, termasuk negara-negara Eropa mengutuk keras
serangan Israel ke Gaza , tetapi pihak yang dikutuk terus
melancarkan serangan. Bahkan Israel telah menyiapkan tank-tank dan
pasukan cadangan sekitar 6500 orang. Targetnya jelas, seperti kata
Ehud Barak, yaitu menggulingkan Hamas.
Masalah konflik Palestina-Israel bukanlah konflik satu bangsa dengan
bangsa lain. Ia adalah konflik peradaban yang usianya sangat tua.
Disana terbentang benang merah panjang, sejak konflik antara Nabi
Muhammad shallallah ‘alaihi wa sallam dengan kaum Yahudi di Madinah,
konflik antara Yahudi dan Romawi, konflik antara Yahudi dengan
negara-negara Eropa, konflik antara Musa dengan Fir’aun, bahkan
konflik antara Yusuf ‘alaihissalam dengan saudara-saudaranya. Ujung-
ujungnya adalah konflik abadi antara Allah Ta’ala dengan iblis
laknatullah ‘alaih.
Kalau memahami konflik ini hanya secara lokal dan temporer, yakinlah
Anda akan tersesat dalam frustasi. Kondisi Ummat Islam di jaman
modern yang penuh kesulitan dan derita, merupakan bagian dari
konflik ini. Yahudi sendiri adalah bangsa “terkuat di dunia”, dalam
arti: merekalah satu-satunya ras manusia yang berani konfrontatif
melawan kehendak Allah Ta’ala.
Sejarah Kebangkitan Yahudi
Ketika melihat konflik Palestina-Israel, kita perlu merunut kembali
catatan-catatan perjalanan sejarah di masa lalu. Disana kita akan
menemukan bahan-bahan untuk memahami peta konflik ini secara utuh.
Jika tidak demikian, maka kita hanya akan “konsumen terbaik” berita-
berita media massa seputar konflik ini. Bayangkan semua ini sudah
dimulai sejak era Perang Arab, pembakaran Masjid Aqsha, tragedi
Sabra Satila, Intifadhah akhir 80-an, tragedi Al Khalil Hebron,
penembakan Muhammad Ad Durrah, pembunuhan Syaikh Ahmad Yasin dan
Abdul Aziz Rantisi, dll. sampai serangan Israel saat ini. Dan rata-
rata model peristiwanya serupa, hanya berbeda waktu dan para
pelakunya saja.
Mari kita runut latar-belakang historis fitnah Yahudi di dunia,
dengan memohon petunjuk dan pertolongan Allah Ta’ala:
[1] Bani Israil pada dasarnya masih keturunan Ibrahim ‘alaihissalam.
Ibrahim memiliki dua anak, Ismail dan Ishaq ‘alaihimassalam. .
Ismail nanti menurunkan keturunan bangsa Arab Adnani, lalu Ishaq
mempunyai anak Ya’qub ‘alaihissalam. Nah, Ya’qub inilah yang
kemudian disebut Israil, sehingga anak-anak Ya’qub di kemudian hari
disebut Bani Israil.

[2] Saat berbicara tentang Bani Israil, perhatian kita segera
tertuju kepada anak-anak Ya’qub. Mereka adalah Yusuf ‘alaihissalam,
Benyamin, dan 11 saudara Yusuf. Semuanya berjumlah 13 orang; sama
jumlahnya dengan matahari, bulan, dan 11 bintang yang terlihat dalam
mimpi Yusuf sedang bersujud kepadanya. Karena itu angka 13
merupakan “angka keramat” bagi Yahudi sampai saat ini. Banyak logo-
logo perusahaan top dunia dibuat dari karakter 13 ini.

[3] Secara umum, Bani Israil itu mewarisi dua sifat besar, yaitu:
sifat keshalihan dan sifat durjana. Sifat keshalihan diturunkan dari
garis Yusuf ‘alaihissalam. Sedangkan sifat durhaka diturunkan dari
sifat saudara-saudara Yusuf (seayah berbeda ibu). Disana sudah
tampak bakat-bakat kelicikan, dengki, kebohongan, dan sebagainya.
Tetapi itu sebatas potensi, bukan kemutlakan takdir. Apalagi, di
akhir hayat Ya’qub, seluruh anak-anaknya tunduk dalam agama tauhid.
(Al Baqarah: 133). Saat berbicara tentang Bani Israil, sebagian
orang sangat shalih dan sebagian sangat durhaka. Namun setelah
kedatangan Islam, Bani Israil tidak diperkenankan lagi mengikuti
agama selain Islam. Jika mereka tidak masuk Islam, dianggap durhaka
seluruhnya, tidak ada toleransi sedikit pun. (Ali Imran: 85).

[4] Perjalanan sejarah Bani Israil dimulai ketika
Yusuf ‘alaihissalam bersentuhan dengan peradaban Mesir. Waktu itu
atas jasa Yusuf membantu bangsa Mesir, mereka diberi lahan luas oleh
penguasa Mesir di wilayah Kan’an. Disana Ya’qub dan anak-
keturunannya mulai membangun kehidupan. Mereka memilih tinggal di
Kan’an sebab dekat dengan Mesir yang makmur, sedang di tempat
asalnya sering dilanda paceklik. Waktu itu anak keturunan Ya’qub
sangat dihormati penguasa Mesir. Entah bagaimana mulanya, hubungan
bangsa Mesir dengan anak-keturunan Ya’qub lama-lama menjadi buruk.
Alih-alih Mesir akan menghargai jasa-jasa Yusuf di masa lalu, mereka
malah menjadikan Bani Israil sebagai budak-budak. Setelah ditinggal
oleh Ya’qub dan Yusuf, nasib Bani Israil menjadi bulan-bulanan
bangsa Mesir. Hal itu bisa terjadi karena sifat buruk Bani Israil
sendiri atau sifat menindas bangsa Mesir. Tetapi kalau mencermati
sikap penguasa Mesir yang bersikap sportif kepada Yusuf,
kemungkinan hal itu karena sifat Bani Israil sendiri.

[5] Era perbudakan Bani Israil di Mesir sangat mengkhawatirkan.
Bukan saja karena perbudakan itu kejam, tetapi ia bisa menghancurkan
karakter sebuah bangsa (Bani Israil). Bayangkan, selama ratusan
tahun mereka tertindas oleh sistem tirani di Mesir. Bani Israil
diberi anugerah berupa bakat-bakat kecerdasan besar, dan manakala
bakat itu dibesarkan di bawah sistem perbudakan, ia bisa melahirkan
penyimpangan mental dan pemikiran luar biasa. Oleh karena itu Allah
Ta’ala mendatangkan Musa dan Harun ‘alaihimassalam untuk
menyelamatkan Bani Israil. Misi dakwah Musa bukan untuk mengislamkan
Fir’aun dan rakyatnya, tetapi untuk menyelamatkan Bani Israil dari
penindasan Fir’aun. Dalam Al Qur’an: Dan Musa berkata: “Hai Fir’aun,
sesungguhnya aku ini adalah seorang utusan dari Tuhan semesta alam,
wajib atasku tidak mengatakan sesuatu terhadap Allah, kecuali yang
hak. Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang
nyata dari Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani
Israil (pergi) bersama aku.” (Al A’raaf: 104-105). Musa tidak pernah
diperintahkan untuk memerangi Fir’aun, tetapi membawa Bani Israil
tinggal di Palestina (waktu itu namanya bukan Palestina). [Perlu
dicatat juga, Fir'aun (Pharaoh) adalah gelar raja-raja Mesir, bukan
nama seseorang. Sedangkan Fir'aun yang tenggelam di Laut Merah
bukanlah Fir'aun yang memangku Musa di waktu kecil, lalu direnggut
janggutnya oleh Musa. Fir'aun dalam Al Qur'an lebih mencerminkan
tabiat kekuasaan tiranik, bukan sekedar pribadi].

[6] Musa berhasil membawa Bani Israil keluar dari Mesir, Fir’aun dan
bala tentaranya tenggelam di Laut Merah.. Lalu mereka menetap di
Ardhul Muqaddas (Palestina) setelah berhasil mengalahkan kaum
Jabbarin di dalamnya. (Al Maa’idah: 20-26). Ini adalah peradaban
mandiri Bani Israil kedua setelah era Ya’qub dan Yusuf di wilayah
Kan’aan. Musa dan Harun mendampingi Bani Israil sampai saat mereka
wafat. Ketika Musa masih hidup, Bani Israil tidak henti-hentinya
menguji kesabaran Musa ‘alaihissalam. Betapa banyak kasus-kasus
kedurjanaan Bani Israil, sekalipun di hadapan Nabinya sendiri, Musa
dan Harun. Di antaranya: Mereka menyuruh Musa dan Allah berperang di
Palestina, sedang mereka mau duduk-duduk saja; mereka meminta Musa
agar membuatkan berhala untuk disembah seperti suatu kaum tertentu;
mereka mengikuti Samiri, menyembah patung anak lembu dari emas;
mereka hendak membunuh Harun ‘alaihissalam karena selalu menasehati
mereka; mereka hampir tidak melaksanakan
perintah Allah untuk menyembelih sapi betina, karena terlalu banyak
bertanya; mereka bosan makan Manna wa Salwa dan meminta bawang,
menitumun, kacang adas; dan lain-lain. Begitu sabarnya Musa,
sehingga Nabi shallallah ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Semoga
Allah merahmati Musa, karena dia telah diganggu lebih banyak dari
ini (ujian yang menimpa Nabi), tetapi dia tetap sabar.” (HR. Bukhari-
Muslim) . Sangat mengagumkan kalau melihat ketabahan perjuangan
Musa ‘alaihissalam. Di dalamnya terdapat sangat banyak inspirasi
untuk menghadapi konspirasi global seperti saat ini. Orang-orang
Yahudi di jaman sekarang mengklaim mencintai Musa, padahal di era
nenek-moyang mereka, Musa benar-benar mereka sia-siakan. Musa itu
lebih dekat kepada kita (kaum Muslimin), daripada Yahudi laknatullah
itu.

[7] Saya menyangka, sifat-sifat durjana kaum Yahudi merupakan
kristalisasi dari sifat-sifat buruk mereka selama ribuan tahun,
sejak perilaku saudara-saudara Yusuf ‘alaihissalam, masa perbudakan
di Mesir, kedurhakaan mereka kepada Musa, Dawud, Sulaiman, Zakariya,
Yahya, Isa, dan Nabi-nabi lainnya ‘alaihimussalam. Bahkan
kedurhakaan mereka di hadapan Nabi shallallah ‘alaihi wa sallam di
Madinah. Dalam Al Qur’an disebutkan sebuah ayat yang terasa bagai
petir menimpa muka kaum Yahudi: “Lalu ditimpahkanlah kepada mereka
(kaum durjana Bani Israil) nista dan kehinaan, serta mereka mendapat
kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu
mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi secara tidak hak.
Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan
melampaui batas.” (Al Baqarah: 61).

[8] Peradaban terakhir Bani Israil yang wujud di muka bumi adalah
Kerajaan Nabi Sulaiman ‘alaihissalam di Palestina. Beliau adalah
putra Nabi Dawud ‘alaihissalam dari salah satu isterinya. Nabi Dawud
adalah seorang pejuang yang berhasil membunuh Jalut (Goliath) di
Palestina. (Oleh karena itu bangsa Barat mengenal kisah “David and
Goliath”). Beliau ikut dalam pasukan Bani Israil di bawah pimpinan
Thalut (Saul). Hal ini terjadi di masa Nabi Samuel ‘alaihissalam. Al
Qur’an menjelaskannya dalam Surat Al Baqarah ayat 246-251.

[9] Kerajaan Sulaiman memiliki keistimewaan, yaitu kekayaan
materinya yang sangat besar. Ia terkenal menjadi buruan manusia di
dunia, sebagai harta terpendam “King Solomon”. Sampai saat ini
kekayaan itu masih menjadi misteri, apakah sudah terkuak atau masih
tersembunyi di balik permukaan bumi? Setelah masa Kenabian Sulaiman
berlalu, kerajaan Bani Israil semakin merosot. Sampai akhirnya
mereka dihancurkan oleh Nebuchadnezzar dari Kerajaan Byzantium
(Romawi). Peristiwa itu disebutkan dalam Surat Al Israa’ ayat 4-5.

[10] Setelah Bani Israil tercerai-berai di Palestina, mereka
menyebar ke berbagai belahan dunia. Mereka pergi ke Eropa, ke
Jazirah Arab, ke anak benua India, dan sebagainya. Itulah yang
kemudian dikenal dengan istilah DIASPORA. Bani Israil tercerai-
berai. Agar mendapat keamanan di Eropa, mereka menjilat kepada para
penguasa Romawi. Termasuk menghasut Romawi agar memusuhi
Isa ‘alaihissalam dan para pengikutnya. Kisah Ashabul Kahfi adalah
sebagian pecahan dari para pengikut Isa Al Masih ‘alaihissalam.

[11] Perilaku Yahudi di Jazirah Arab sangat menarik. Mereka datang
ke Madinah bukan hanya karena ingin menyelamatkan diri dari
kekejaman Romawi. Tetapi mereka juga berniat menjemput Kenabian
terakhir yang akan datang setelah Musa dan Isa ‘alaihimassalam.
Mereka ingin “memaksakan” agar Kenabian itu jatuh ke pangkuan
mereka. Kenabian ini mereka butuhkan agar mampu membangun kejayaan
Bani Israil kembali seperti di jaman Musa dan Sulaiman. Namun
setelah mereka menyadari bahwa Kenabian tidak lagi di pihak mereka,
tetapi jatuh ke tangan bangsa Arab, mereka marah sekali. Dalam Al
Qur’an disebutkan: “Dan ketika datang kepada mereka (Yahudi) sebuah
Kitab dari sisi Allah (Al Qur’an) yang membenarkan keberadaan apa
yang ada di sisi mereka (Taurat), padahal sebelumnya mereka selalu
memohon (kedatangan Nabi) agar dimenangkan atas orang-orang kafir.
Maka ketika telah datang (Kenabian dan Wahyu) yang sangat mereka
kenal, mereka mengkafirinya. Maka laknat Allah atas
orang-orang kafir itu (Yahudi).” (Al Baqarah: 89).

12] Yahudi Bani Israil sangat marah ketika tahu bahwa Kenabian jatuh
ke tangan bangsa Arab, anak keturunan Ismail ‘alaihissalam. Itu pun
turun di Makkah, bukan Madinah tempat mereka tinggal disana. Yahudi
telah habis-habisan dalam menanti kedatangan Nabi penerus
Musa ‘alaihissalam ini. Ratusan tahun mereka tinggal di Madinah,
melebur bersama budaya Arab, berbahasa Arab, dan memberi nama anak-
anaknya dengan istilah Arab, bukan istilah Hebrew (Ibrani). Bahkan
mereka ikut terlibat dalam konflik antara kabilah besar Aus dan
Khazraj di Madinah. Sebagian Yahudi membela Aus, sebagian mendukung
Khazraj.

[13] Kemarahan Yahudi akhirnya tertuju kepada Allah Subhanahu Wa
Ta’ala. Yahudi marah ketika Kenabian justru jatuh ke tangan bangsa
Arab. (Al Baqarah: 90). Apalagi dalam Al Qur’an dijelaskan sangat
banyak kebusukan-kebusukan Yahudi. Yahudi merasa dibenci oleh Allah.
Bahkan tanda-tanda kekecewaan itu sudah muncul ketika
Isa ‘alaihissalam diturunkan. Anda tahu bagaimana misi Kenabian Isa?
Salah satunya adalah: “Tidaklah aku diutus, melainkan kepada domba-
domba sesat dari kalangan Bani Israil.” Meskipun Isa adalah bagian
dari Bani Israil, tetapi kedatangannya membuat muram wajah kaum
Yahudi. Isa ternyata membawa Kitab Suci baru, yaitu Injil (bukan
mengikuti Taurat atau Tabut dari jaman Nabi-nabi sebelumnya). Isa
juga tidak henti-hentinya mengecam kejahatan perilaku Bani Israil.
Isa dianggap lebih dekat kepada murid-muridnya daripada ke kaum Bani
Israil sebagai sebuah etnik. Kemarahan itu semakin menjadi-jadi
setelah Kenabian terakhir jatuh ke tangan bangsa
Arab. (Al Baqarah: 90).

[14] Kemudian terbukti bahwa ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi
Muhammad shallallah ‘alaihi wa sallam tidak hanya menyalahkan
perilaku jahat kaum Yahudi. Tetapi ia juga menyebabkan kaum Yahudi
tercabut akar-akarnya dari Jazirah Arab. Sejak Islam datang, kabilah-
kabilah Yahudi tersingkir, seperti kabilah Nadhir, Qainuqa,
Quraidhah, hingga benteng terakhir mereka di Khaibar.

[15] Setelah mengalami kekalahan berat di masa Nabi
shallallah ‘alaihi wa sallam dan Khalifah-khalifah setelahnya, kaum
Yahudi menyingkir dari Jazirah Arab. Mereka bergabung dengan Yahudi-
yahudi lain di Eropa. Dalam masa ratusan tahun Yahudi menyebar di
berbagai negara Eropa, seperti Spanyol, Inggris, Perancis, Jerman,
Belanda, Belgia, dan sebagainya.

[16] Kaum Yahudi dalam mengembangkan komunitas, caranya sangat unik.
Mereka tidak berbaur dengan masyarakat setempat, bahkan mengharamkan
asimilasi. Mereka memelihara warisan-warisan agamanya, terutama
membangun kesombongan etnik sampai melampaui batas. Mereka
menjalankan bisnis berbasis ribawi dan mereka melakukan ritual-
ritual pengorbanan. Dalam ritual pengorbanan, mereka membunuh warga
setempat untuk dikuras darahnya, lalu dipakai untuk persembahan.
Begitu kejamnya, sampai mereka membuat alat semacam drum yang di
dalamnya penuh dengan paku-paku. Di bagian bawah ada saluran untuk
mengalirkan darah. Orang yang dikorbankan, dimasukkan drum itu,
sampai tubuhnya penuh luka tertusuk paku, lalu darah mengucur ke
bawah. Ritual semacam ini kemudian terbongkar, sehingga Yahudi
diusir dari negara-negara tertentu di Eropa, salah satunya dari
Spanyol. Spanyol melarang Yahudi tinggal di negerinya sampai saat
ini, karena kekejaman mereka dalam soal ritual keji itu.

[17] Setelah terusir dari Eropa, Yahudi kesekian kalinya menyebar ke
negara-negara lain yang masih mau menampung mereka. Kebetulan waktu
itu rakyat Eropa sedang mulai eksodus menuju benua Amerika yang baru
ditemukan oleh Columbus. Yahudi ikut di dalamnya. Sampai Amerika
merdeka dari tangan Inggris, Yahudi telah eksis di dalamnya. Hingga
ketika itu Benyamin Franklin mengingatkan bangsa Amerika tentang
bahaya kaum Yahudi. Dia menyebut Yahudi seperti bangsa “vampire”
yang tidak bisa damai dengan bangsa lain. Tepat sekali ucapan
Benyamin Franklin, sebab dia telah membaca sepak terjang Yahudi di
Eropa. Namun sayang, bangsa Amerika tidak memahami arti peringatan
Benyamin Franklin tersebut, sehingga apa yang dia takutkan sekitar
400 tahun silam, benar-benar terjadi. Krisis finansial di Amerika
saat ini adalah akibat nyata dari sistem ekonomi ribawi Yahudi.

[18] Satu titik sejarah yang jarang diperhatikan oleh para ahli
sejarah, yaitu kedatangan Yahudi ke wilayah Turki Utsmani. Kejadian
ini terpisah jarak sekitar 700 atau 800 tahun sejak era Nabi
shallallah ‘alaihi wa sallam. Tentu setelah masa selama itu,
peristiwa kejahatan Yahudi di Madinah telah dilupakan. Yahudi
diterima dengan tangan hangat di tengah-tengah masyarakat Turki
Utsmani. Hal ini juga merupakan aplikasi dari ajaran Islam yang
memperbolehkan di dalamnya orang Yahudi dan Nashrani tinggal, selama
mereka membayar jizyah. Yahudi tidak dianiaya di negeri ini, mereka
diberi pelayanan dan penghormatan, layaknya warga negara Islam.
Tentu saja, Yahudi berusaha “bersikap sopan”. Di seluruh dunia tidak
ada yang memperlakukan mereka dengan manusiawi, selain Peradaban
Islam. Disini Yahudi tidak mungkin akan melakukan ritual pengorbanan
yang mengerikan itu. Lagi pula, Yahudi waktu itu tinggal di bawah
negeri Islam. Mereka tidak takut akan dikutuk oleh
Allah, sebab negeri Islam menjadi pelindung mereka. Di Turki
Utsmani, Yahudi tidak melakukan kebiasaan-kebiasaan bejat mereka.
Yahudi berlaku baik. Tanpa diduga, ternyata disinilah Yahudi
mempersiapkan segala konsep-konsep kejahatan global mereka.
Kemurahan Khilafah Islam justru dimanfaatkan Yahudi untuk
mempersiapkan imperium kejahatan di seluruh dunia, seperti kita
saksikan saat ini.

[19] Selain mengkhianati Khilafah Islam, Yahudi juga mempersiapkan
beberapa jurus maut untuk meruntuhkan peradaban Islam, yaitu:

· Yahudi menyebarkan guru sebanyak-banyaknya di tengah masyarakat
Turki Utsmani. Guru-guru itu tidak menyebarkan prinsip-prinspi
kekafiran secara langsung, tetapi menyebarkan filsafat humanisme
August Comte. Dengan falsafah itu diharapkan anak-anak Turki akan
kehilangan sifat furqan akidah Islam, lalu diganti sifat-sifat
kemanusiaan saja. Tujuan dari gerakan ini adalah memisahkan generasi
muda Turki dari sifat-sifat Islami. Karena itu pula, suatu saat
generasi muda Turki hilang rasa hormatnya kepada Sultan Khilafah
Islam, dan mereka mau mendukung gerakan Kemal At Taturk sang
terkutuk.

· Yahudi mendorong bangkitnya ideologi Nasionalisme Arab dan Dunia
Islam. Dengan ideologi itu tidak ada lagi kesatuan Khilafah
Islamiyyah. Kaum Muslimin terpecah-belah dalam berbagai bangsa yang
egois sesuai etnik dan wilayahnya. Jika Khilafah Islamiyyah tetap
berdiri, mustahil “Kerajaan Yahudi” dalam wujud Israel di Palestina
akan bangkit. Kalau Anda saksikan bangsa Arab terpecah-belah menjadi
negara-negara kecil, masing-masing saling konflik. Hal itu adalah
kondisi yang diinginkan oleh Yahudi. Di jaman itu Jalaluddin Al
Afghani sangat aktif berdiplomasi untuk memerdekakan negara-negara
Arab dari tangan penjajah. Tetapi di kemudian hari terbuka hasil-
hasil penelitian bahwa Al Afghani adalah anggota setia
Freemasonry. . (Salah satunya buku terbitan WAMI tentang gerakan-
gerakan pemikiran keagamaan di dunia). Peranan Al Afghani seperti
memperkuat sifat Nasionalisme Arab, agar tidak bangkit lagi Khilafah
Islamiyyah.

Sebagai ganti konsep Khilafah Islamiyyah, Yahudi menyebarkan paham
demokrasi seluas-luasnya di seluruh dunia, termasuk di negeri-negeri
Islam. Paham ini semakin mempersulit posisi Ummat Islam. Peluang-
peluang kebangkitan semakin tipis, sebab demokrasi mengikuti suara
terbanyak, sedangkan sebagian besar manusia cenderung mengikuti hawa
nafsunya.

· Yahudi menggerakkan seluruh mesin-mesin politiknya, termasuk agen-
agennya di Amerika, Eropa, dan Timur Tengah untuk membidani lahirnya
negara Israel pada tahun 1948. Secara politik, Inggris berada di
balik pendirian Israel melalui Deklarasi Balfour. Tetapi secara
potensial, Amerika mendukung penuh Israel. Dalam diplomasi
internasional, isu Holocaust dipakai agar Yahudi dikasihani dunia
internasional. Melalui hak veto yang dimiliki Amerika dan Inggris di
PBB, Yahudi bisa lenggang kangkung mengejar ambisi-ambisinya.

· Yahudi menyempurnakan usahanya, dengan menguasai media massa,
membuat satuan intelijen yang handal (Mossad), menguasai pasar
keuangan dunia, memiliki lembaga pusat ribawi IMF dan World Bank.
Mereka juga menguasai Hollywood, dunia akademis, dunia riset,
fashion, dan sebagainya. Termasuk dengan merilis agama baru di
kalangan Ummat Islam, yang kita kenal sebagai SEPILIS (Sekularisme,
Pluralisme, Liberalisme) . Inilah kenyataan yang kemudian disebut
sebagai: “Yahudi menggenggam dunia!” Bahkan negara sekuat Amerika
pun bertekuk lutut di bawah dominasi Yahudi. Termasuk Barack Obama
yang sebentar lagi dilantik menjadi Presiden Amerika.

[20] Berdirinya Israel tahun 1948 adalah impian besar Yahudi sejak
jaman Musa, Dawud, Sulaiman, bahkan jaman Nabi Muhammad
shallallah ‘alaihi wa sallam. Yahudi sangat membutuhkan “Kerajaan
Bani Israil” untuk mengalahkan orang-orang kafir. Mereka sebenarnya
beriman kepada Allah, dalam arti mereka percaya bahwa datangnya
seorang Nabi akan membuat mereka mulia, dan musuh-musuhnya dari
kalangan orang kafir terkalahkan. Tetapi setelah jelas di mata
mereka bahwa Kenabian terkahir itu bukan untuk Bani Israil, maka
mereka tidak lagi menanti kedatangan seorang Nabi. Lalu apa yang
mereka lakukan? Mereka hendak mendirikan “Kerajaan Bani Israil”
dengan kekuatan tangan, otak, dan uang mereka sendiri. Dan hal itu
berhasil, tahun 1948 lalu. Lebih buruk lagi, mereka menganggap kaum
Muslimin sebagai orang kafir. Padahal yang mengingkari Kenabian
Rasulullah adalah mereka, sehingga disebut kafir dalam Surat Al
Baqarah ayat 89.

[21] Sebelum Yahudi memutuskan mendirikan negara di Palestina, waktu
itu ada tiga pilihan tempat: Palestina, Agentina, atau Ethiopia.
Mengapa dipilih tiga negara ini? Jelas mereka telah melakukan
perhitungan yang sangat cermat. Namun pilihan akhirnya jatuh ke
Palestina, yang dekat dengan sumber-sumber peradaban Yahudi sendiri
di Yerusalem dan sekitarnya. Namun resikonya, disini akan menghadapi
banyak tantangan dari negara-negara tetangganya yang mayoritas
Muslim. Untuk itu jelas Yahudi harus mempersiapkan segala macam
kekuatan, termasuk mendidik agen-agen loyalisnya di negara-negara
Arab.

[22] Sebuah pertanyaan menarik, mengapa selama puluhan tahun terjadi
konflik berdarah di Palestina dan tidak selesai-selesai? Jawabnya,
selain karena memang “Kerajaan Bani Israil” merupakan cita-cita
peradaban Yahudi sejak ribuan tahun lalu; juga karena banyaknya
tangan-tangan non Yahudi yang membantu negara tersebut. PBB,
Amerika, Inggris, Rusia, IMF, World Bank, dll. jelas mengabdi
kepentingan Yahudi. Tetapi harus juga disadari banyak agen-agen
Yahudi yang tersebar di negara-negara Arab. Mereka setiap hari,
siang dan malam menyembah kepentingan Yahudi. Mereka adalah orang-
orang kafir, meskipun KTP-nya Islam. Di Mesir, Yordan, Syria, Turki,
dll. banyak orang yang identitasnya Muslim, tetapi hatinya telah
menjadi Yahudi.. Bahkan di negara-negara kaya seperti UEA, Qatar,
Bahrain, dll. banyak dijumpai kemegahan jahiliyyah, yang sebenarnya
merupakan hasil konspirasi Yahudi untuk menjauhkan Arab dari Islam.
Kota seperti Dubai, Abu Dhabi, dan lainnya tidak
kalah liberalnya dari kota-kota di Barat.

[23] Dapat disimpulkan, kaum Yahudi itu bukan para pemeluk agama
Samawi (ajaran Ya’qub, Yusuf, Musa, Harun, Dawud, Sulaiman,
Zakariya, Yahya, Isa ‘alaihimussalam) . Mereka adalah orang-orang
yang sangat arogan dengan etnisnya. Hakikat agama Yahudi adalah:
pemujaan terhadap etnis mereka sendiri! Tidak ada satu pun ras
manusia yang sangat ekstrim dalam soal etnis, selain Yahudi. Begitu
ekstrimnya sampai mereka berani menghina Allah, marah ketika Isa
membawa ajaran Injil, marah ketika Kenabian terakhir jatuh ke tangan
bangsa Arab. Mereka menulis “kitab suci” tandingan bagi Taurat
(Talmud), menyebut bangsa non Yahudi sebagai Ghaiyim, merusak
kehidupan di muka bumi. Mereka merasa mulia sebagai pewaris “darah
biru” Nabi-nabi, merasa diunggulkan atas semua ras manusia, pernah
disumpah langsung oleh Allah dengan diangkat bukit Tursina di
atasnya, dan lain-lain. Yahudi benar-benar mewarisi ideologi
arogansi dari makhluk yang pernah mendebat Allah Ta’ala: “Ana
khairun minhu, khalaqtani min naarin wa khalaqtahu min thiin” (aku
lebih baik dari dia, Engkau ciptakan aku dari api, sedang dia Engkau
ciptakan dari tanah). Pemerintah Yahudi, baik di Israel maupun di
dunia internasional, adalah perwujudan dari imperium arogansi. Wajar
jika simbol-simbol yang selalu mereka angkat selalu bernuansa
satanic. Contoh, logo yang dipakai Manchester United (MU) saat ini
the red devil. Dan ada ribuan logo atau lambang yang intinya memuja
arogansi iblis laknatullah.

Yahudi Merusak Peradaban

Andai ambisi Yahudi satu-satunya adalah ingin membentuk “Kerajaan
Bani Israil” seperti di masa Musa, Dawud, Sulaiman, apa susahnya
membangun negara seperti itu? Toh, mereka memiliki uang banyak,
strategi canggih, serta SDM handal. Tidak sulit bagi Yahudi
membangun negara di sebuah sudut dunia. Selama ini banyak negara-
negara berdiri dengan modal lebih buruk dari Israel. Negara seperti
Bosnia, Chechnya, Kamboja, Myanmar, Timor Leste, dan lainnya tidak
memiliki persiapan semegah milik Yahudi. Lagi pula, mengapa Israel
harus mendirikan negara di Tanah Al Quds yang merupakan wilayah
milik Ummat Islam? Bahkan ia didirikan di jantung peradaban Islam,
di Timur Tengah.

Andai Yahudi sudah tidak menemukan solusi lain, selain harus
menegakkan “Kerajaan Bani Israil” di Palestina, mengapa mereka harus
juga menghancurkan peradaban manusia di dunia? Mengapa Yahudi tidak
cukup menempuh cara-cara politik atau militer, tanpa harus
menghancurkan peradaban manusia? Kenyataan yang sangat menyakitkan,
berdirinya Israel ditempuh bukan hanya dengan menteror warga Muslim
Palestina, tetapi juga dengan menyebarkan kehancuran peradaban di
seluruh muka bumi. Lihatlah di dunia selama ini, adakah yang selamat
dari film Hollywood, media massa Yahudi, bank ribawi, IMF dan World
Bank, pornografi, seks bebas, prostitusi, narkoba, perjudian, dan
lainnya? Hingga ke anak-anak balita pun, banyak “diracuni” oleh
kartun-kartun Walt Disney.

Ternyata, di luar persangkaan kita semua, Yahudi justru sangat
mempercayai khabar Al Qur’an. Sebenarnya, mereka mengimani ayat-ayat
Al Qur’an, tetapi anehnya mereka bersikap konfrontatif terhadap Al
Qur’an. Yahudi sangat mengerti ayat-ayat dalam Surat Al Israa’
berikut ini:

Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab
itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua
kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang
besar.”

Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua
(kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang
mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-
kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana.

Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka
kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan
Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar.

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu
sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi
dirimu sendiri. Dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan)
yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-
muka kamu dan mereka masuk ke dalam Masjid itu (Al Aqsha),
sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk
membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai. (Surat Al
Israa’: 4-7).

Kehancuran pertama Yahudi terjadi saat sisa-sisa Kerajaan Sulaiman
dihancurkan oleh Nebuchadnezzar, sehingga bangsa Yahudi tercerai-
berai. Adapun setelah kehancuran pertama ini, mereka akan menjadi
kuat dan bisa mengalahkan musuh-musuhnya. Hal itu terjadi saat
sekarang ini, ketika “Yahudi menggenggam dunia”. Dan nanti di puncak
kezhalimannya, Israel akan dihancurkan sebagaimana sisa Kerajaan
Sulaiman dulu dihancurkan. Pertanyaannya, mengapa kehancuran kedua
itu tidak dihitung saat Yahudi dihancurkan oleh Spanyol atau NAZI
Jerman? Jawabnya sederhana, sebab waktu itu Yahudi belum memiliki
wilayah sendiri. Mereka masih numpang di negeri orang. Adapun saat
ini Yahudi sudah bermukim di suatu (Palestina) tempat sebagaimana
Kerajaan Sulaiman dulu.

Yahudi sebenarnya mengimani “jadwal sejarah” sebagaimana disebutkan
Al Qur’an di atas. Mereka yakin, dirinya akan diberi kesempatan
untuk merajalela di muka bumi. Hal itu terbukti sebagaimana
kenyataan saat ini. Hingga Mahathir Muhammad mengecam dominasi
Yahudi, dengan mengatakan bahwa 6 juta Yahudi bisa mengendalikan 6
miliar manusia di dunia. Yahudi tidak merasa cukup dengan hanya
mendirikan Israel, bahkan tidak cukup dengan menempuh jalur politik,
mereka benar-benar ingin merajalela di bumi dengan segala
kedurhakaannya.

Lalu siapa yang ingin dilawan Yahudi? Mereka tidak sekedar ingin
melawan Muslim Palestina, Hamas atau Syaikh Ahmad Yasin, dunia Arab
dan Ummat Islam sedunia, atau segala peradaban manusia. Tetapi
mereka ingin melawan Allah Ta’ala dengan segala kekuatan yang mereka
miliki. Yahudi adalah satu-satunya ras manusia yang berani menghina
Allah dengan ucapan mereka: “Tangan Allah terbelenggu. ” Kemudian
mereka dikutuk oleh Allah karena perkataannya itu. (Al Maa’idah:
64). Mereka pula yang berani mengatakan, “Sesungguhnya Allah itu
fakir dan kami kaya raya.” (Ali Imran: 131). Disini ada dendam
sejarah yang amat sangat parah di hati kaum Yahudi terhadap
eksistensi agama Allah.

Aneh memang, Yahudi mengimani khabar Al Qur’an, tetapi sekaligus
menentang eksistensi agama Allah (Islam). Sifat mereka persis iblis
yang mengimani Allah, tetapi mendurhakai- Nya. Untuk merealisasikan
maksudnya, Yahudi mengangkat simbol “Messiah”, yang pada hakikatnya
adalah dajjal laknatullah. Dajjal disebutkan oleh Nabi sebagai
fitnah terbesar bagi orang-orang beriman.

Maka janganlah heran dengan kezhaliman Yahudi saat ini di Palestina.
Ia adalah sebagian penampakan atau konsekuensi dari dendam sejarah
mereka. Awalnya, Bani Israil hanyalah sebuah kaum dengan perilaku
tertentu. Perjalanan sejarah mereka yang sangat panjang melahirkan
watak durjana luar biasa. Dan ternyata, watak Bani Israil itu “telah
disiapkan” untuk menjadi cobaan di akhir jaman. Dulu para ahli
tafsir merasa heran, mengapa A Qur’an banyak sekali bicara tentang
Yahudi? Padahal setelah tercerai-berai di Madinah, mereka nyaris
lenyap (mungkin karena eksodus keluar dari negeri-negeri Islam).
Karena itu sebaik-baik usaha untuk melawan Yahudi adalah memahami
sifat-sifat mereka dalam Al Qur’an (khususnya Surat Al Baqarah). Dan
satu lagi, yakinlah bahwa serangan Israel ke Gaza bukan serangan
terakhir mereka. Itu hanya delay sebelum go with new aggression!

January 15, 2009 Posted by bainahsaridewi | Palestina | | No Comments Yet

Palestina 3 (Hacker Perangi Israel)

Posted by: “nesia andriana” 

Tue Jan 13, 2009 6:03 pm (PST)

::Buat kita yang tidak punya kemampuan hacking, mari kita turut
menyebarkan kekejian Israel. Don’t stop. Kita tidak tahu pada
postingan ke berapa orang mau berkunjung, dan pada postingan yang
mana orang yang tadinya tidak peduli jadi peduli, bahkan orang yang
tadinya pro Israel boleh jadi berubah pikiran karena begitu
gencarnya informasi sebenarnya.
———— ———

Dalam keghairahan tentera-tentera Israel menyerang dan meratah
penduduk-penduduk Palestin dengan bom, roket dan sebagainya dalam
masa yang sama hacker-hacker dari seluruh dunia juga turut serta
melancarkan serangan secara beramai-ramai melalui laman maya.
Dikatakan 10,000 laman-laman Israel telah dirosakkan. Banyak
daripada laman-laman Israel telah diletakkan dengan video-video,
foto-foto dan slogan-slogan yang mengatakan tentang keburukan dan
kezaliman yang telah dilakukan oleh Israel.

Apakah yang dimaksudkan dengan hacker? Adakah ianya sejenis
perkakasan komputer atau salah satu jenama skrin komputer yang
terkenal di kalangan peminat komputer? Kalau itulah yang difikirkan
oleh para pembaca maka sungguh jauhlah telahan pembaca sekalian
daripada apa yang difikirkan penulis. Telahan pembaca tersebut akan
menjadi lebih jauh daripada kebenaran sekiranya ada di kalangan
pembaca yang menyangka hacker adalah sejenis binatang, makanan dan
sebagainya.

Ketahuilah pembaca sekalian bahawa hacker atau dalam penggunaan
bahasa melayunya penggodam ialah seseorang yang mencipta dan
mengubah suai perisian dan perkakasan komputer termasuklah
pengaturcaraan komputer, pentadbiran, dan urusan-urusan yang
berkaitan dengan keselamatan. Fungsi dan kesan kewujudan seseorang
hacker ialah fleksibel mengikut apa yang dilakukan oleh hacker
tersebut dengan kemahiran yang dimilikinya.

Menurut ilmu komputer yang sempat difahami penulis, hacker terbahagi
kepada dua jenis. Hacker yang menggodam pengatur caraan komputer dan
hacker yang menggodam keselamatan komputer. Hacker pengatur caraan
komputer ialah hacker yang menggodam atau mencapai sesuatu matlamat
dengan mengubah suai sesuatu kod atau sumber sesuatu perisian
komputer manakala hacker keselamatan komputer pula ialah hacker yang
menggodam sesuatu mekanisme keselamatan sistem dan rangkaian
komputer.

Hacker yang melakukan pencerobohan dan pengubah suaian tehadap laman-
laman Israel seperti yang diceritakan penulis termasuk dalam jenis
hacker keselamatan komputer. Hacker jenis ini kebiasaannya akan
memecah masuk rangkaian-rangkaian yang mempunyai sistem keselamatan
yang ketat dengan kod-kod tertentu yang hanya difahami oleh mereka
untuk mencapai sesuatu tujuan. Sebahagian daripada mereka yang tidak
beretika akan memecah masuk sistem-sistem keselamatan bank,
kerajaan, pentadbiran sesebuah organisasi dan sebagainya untuk
kepentingan peribadi.

Surat khabar Asyarq Al-Awsat yang diterbitkan di London dalam satu
beritanya menyebut para hacker yang merosakkan laman-laman Israel
itu kebanyakannya datang dari Lebanon, Morocco, Iran dan Turki.
Sementara laporan daripada salah satu siaran radio Israel
menyebutkan bahawa target atau matlamat utama mereka ialah laman
perusahaan dan lembaga pemerintahan Israel termasuk laman Jabatan
Pertahanan Israel dan Israel Discount Bank.

Seorang daripada hacker yang menggunakan T@ke Sn!per sebagai nama
samarannya di alam maya mengatakan bahawa kumpulannya telah berjaya
menggodam lebih daripada 30 laman Israel. Antaranya laman-laman
pemerintah Israel tidak terkecuali laman-laman bank dan parti
politik Israel. Laman-laman akhbar Israel seperti Maariv dan Yediot
Aharonot juga tidak luput daripada serangan para hacker. Para hacker
memasang foto-foto warga Palestin yang menjadi korban keganasan
Israel dan foto-foto warga Iraq yang menjadi korban kekejaman
penjara-penjara AS di laman-laman yang menjadi mangsa.

http://kalamhuffaz. blogspot. com

January 15, 2009 Posted by bainahsaridewi | Palestina | | No Comments Yet

Palestina 2 (Perang Cerdas Modal Hamas)

Posted by: “Ina Wasanawati” 

Tue Jan 13, 2009 5:23 pm (PST)

Jawa Pos, Kamis, 08 Januari 2009

Perang Cerdas Modal Hamas

Oleh: Ridlwan *

Hari Sabath (Sabtu), hari yang dikuduskan kaum Yahudi diingkari sendiri
oleh tentara Israel. Di hari larangan membunuh, bepergian, dan
berdagang itu, pasukan darat negeri zionis resmi menyerang Gaza,
Palestina. Mereka disambut meriah dengan rudal-rudal jarak dekat
pejuang Hamas (Haraqah Al Muqawamah Al Islamiyah, Gerakan Perlawanan
Islam).

Pemimpin Hamas Khalid Misyal dari pos komandonya di Syiria sudah
memerintahkan setiap pejuang Hamas melawan. Khalid menjanjikan neraka
bagi setiap tentara Israel yang menginjak tanah Gaza. Mengapa Hamas
begitu berani ?

Padahal, dari hitung-hitungan matematika pertahanan, kekuatan dua
pasukan sangat timpang. Bagai bumi dan langit. Israel Defence Forces
(IDF, angkatan bersenjata Israel)�setidaknya berkekuatan 176 ribu
infanteri bersenjata lengkap. IDF juga mendapat dukungan serangan udara
dari 286 helikopter serbu, dan 875 jet tempur berkecepatan supersonik.
Juga, 2800 tank dan 1.800 senjata artileri (meriam, rudal, peluncur
roket) yang semuanya on load (siap digunakan).

Sebaliknya, Hamas hanya berkekuatan maksimal 20.000 pejuang. Tanpa
pesawat tempur, jet, atau helikopter patroli satu pun. Mereka hanya
memakai roket Al Banna dan Al Yaasin, modifikasi rudal PG-2 Rusia yang
mampu menghancurkan tank Merkava dalam radius 500 meter. Roket lainnya,
yang juga hasil modifikasi, maksimal hanya bisa meluncur 55 kilometer.
Itu hanya cukup sampai Kota Sderoth, yang bukan jantung komando Israel.

Untuk pertahanan anti serangan udara, mereka mengandalkan rudal
Rayyan, modifikasi dari rudal SA-7 Rusia yang dulu digunakan Hizbullah
(Lebanon) untuk merontokkan helikopter dan UAV Israel.

Tak Percaya Statistik

Tapi, Hamas memang tak pernah percaya statistik. Apalagi cuma di
atas kertas. Buktinya, sejak didirikan Syekh Ahmad Yasin pada 14
Desember 1987, Hamas terus membesar.

Untuk melawan Israel, Hamas membentuk sayap militer Brigade Izzudin
Al Qassam. Anggotanya harus melalui seleksi superketat. Mereka diambil
dari pemuda-pemuda yang lulus ujian akhlak dan keimanan.

Para recruiter Al Qassam, misalnya, akan mencari calon pejuang dari
jamaah salat Subuh di masjid-masjid Gaza dan seluruh kawasan Tepi
Barat. Pemuda yang tak pernah ketinggalan salat Subuh berjamaah adalah
bibit terbaik prajurit Hamas. Jadi, pemuda Palestina yang suka merokok,
apalagi bau minuman keras, jangan harap bisa diterima sebagai personel
Al Qassam.

Prajurit ikhlas dan bebas maksiat memang jadi modal utama. Sebab,
Hamas yakin kemenangan tak semata-mata hitungan senjata, tapi juga
faktor “langit”. Mereka percaya dengan perlindungan malaikat yang sudah
tahu siapa yang bakal unggul. Seperti saat 300 prajurit Nabi Muhammad
sukses melawan 1.300 musuh dalam Perang Badar (2 Hijriah).

Sikap itu buah didikan gerakan Ikhwanul Muslimin (IM) yang
didirikan Hasan Al Banna di Mesir pada 1948. Syekh Yasin adalah kader
IM sejak dipenjara karena ceramahnya pada 1965. Di penjara, putra
Palestina asli kelahiran Desa Jaurah, 20 kilometer utara Gaza 1936 itu,
bergabung dengan cabang IM Palestina yang berdiri pada 1935. Yasin
syahid diterjang rudal Israel pada subuh, 22 Maret 2004.

Maka, pola latihan Al Qasaam juga pengembangan dari Nizham Khash
(Biro Khusus) IM yang dibentuk di Kairo, Mesir, 1940. Pada perang
Arab-Israel pertama 1948, Nizham mengirim 3.000 prajuritnya melawan
Israel. Nizham juga berperan dalam perang Terusan melawan Inggris,
1951. Dalam aktivitas keseharian, Nizham memakai sistem sel tertutup.
Satu anggota tak mengenal anggota lain, kecuali dalam satu usroh (grup)
yang terdiri atas tujuh sampai 10 orang.

Dalam kitab At Tarbiyah As Siyasiyah ‘Inda Jamaah Al Ikhwan Al
Muslimin karangan Utsman Abdul Mu’iz Ruslan (diterjemahkan Era
Intermedia, Solo, 2000) halaman 575-583, latihan Nizham dijabarkan
dengan detail. Di antaranya, mereka mempelajari bela diri, senjata api,
perang gerilya, bom dan bahan peledak, topografi, menyelam, serta
infiltrasi (penyusupan) militer.

Mereka juga ahli ilmu sandi, terlatih memublikasikan selebaran
(propaganda) dan punya data semua institusi Yahudi di Mesir dan Timur
Tengah. Selain itu, anggota Nizham mempelajari tafsir Alquran,
menghafal 40 hadits Imam Nawawi, berpuasa sunah, dan disiplin membaca
Alquran minimal 1 juz per hari.

Sistem Nizham ditiru Al Qassam. Bekal mental penting karena tiap
hari mereka diburu pasukan khusus Israel, Sayerat Matkal. Tapi,
kematian memang jadi slogan impian tiap anggota Hamas (as syahid asma’
amanina). Yang sudah meraihnya akan di-upload di situs resmi www.alqassam. ps.

Selain operasi militer, Hamas berhadapan dengan agen intelijen terhebat
sedunia HaMossad leModi’in uleTafkidim Meyuhadim (Mossad). Guru MI5
Inggris dan CIA itu amat piawai menyaru rupa. Seorang agen Mossad bisa
tampil bersurban dan berjenggot laksana Syeikh, tapi berceramah tentang
hidup damai bersama Israel.

Agen Mossad juga bisa tampil perlente layaknya Bernard Madoff,
konglomerat perayu kelas kakap yang sukses menciptakan krisis finansial
dunia. Senyum manis ditambah taburan dolar bisa membuat politisi
parlemen dan berbagai faksi politik lain di Palestina pecah belah
teradu domba.

Untuk melawan Mossad, Hamas mengandalkan dukungan total dari rakyat
Palestina. Hamas memang tinggal bersama mereka. Hamas membantu rakyat
saat krisis pangan, menjadi guru madrasah anak-anak mereka, dan
membangun terowongan jalur penyelundupan bawah tanah Rafah (Mesir)-Gaza
agar bayi-bayi Palestina punya susu untuk diminum. Hamas juga santun
kepada 3.000 warga Kristiani di Gaza. Tak heran, dalam pemilu pada 25
Januari 2006, Hamas meraup suara terbanyak.

Mereka juga punya koneksi gerakan di luar negeri yang solid. Ulama
Hamas Dr Nawwaf Takruri, dosen Universitas An-Najah Nablus, bahkan
pernah berceramah di Masjid As Syukur, 200 meter sebelah selatan kantor
Graha Pena, Jawa Pos, Jakarta pada November 2007. Dalam perang kali
ini, mereka juga dibantu faksi jihad lain di Gaza.

Karena itu, banyak pengamat militer menilai agresi ini bakal
sambung menyambung sepanjang 2009. Sebab, kader-kader Hamas di
Palestina dan seluruh dunia sudah berjanji tak akan mengerek bendera
putih. Mereka yang hanya punya batu akan terus melempar, roket akan
terus diluncurkan, dan senjata-senjata selundupan sudah terkokang.

Mereka yang tak bisa datang ke medan perang, akan menyumbang harta,
tulisan propaganda, dan doa-doa sepanjang malam. PM Israel Ehud Olmert,
Menhan Ehud Barak, dan Menlu Tzipi Livni, tampaknya bakal gigit jari
lagi.

*. Ridlwan, wartawan Jawa Pos di Jakarta (email : ridlwan@jawapos. co.id )

January 15, 2009 Posted by bainahsaridewi | Palestina | | No Comments Yet