Bismillahirohmanirrohim

Just another WordPress.com weblog

Mama Aku Rindu

Mamah…Aku Rindu…

 

 

Mamah, aku ingin sungkem di kakimu, saat Allah SWT mempertemukan kita nanti di Purworejo. Aku ingin langsung bersujud saat memulai tapakan pertama memasuki halaman rumah yang telah membesarkan empat anakmu.

Membayangkan pertemuan itu, serasa bumi ini bergetar dan penuh air mata. 

 

Kerinduan ini penuh peluh dan rasa sakit.

Tak pernah kubayangkan bahwa berada di Negeri Sakura ini, akan penuh balutan nikmat luka dan air mata.

Tak pernah terbayangkan, bahwa anakmu ini demikian sengsara dalam nikmat lahir dan batin.

Dengan doamu, Allah telah menutup pintu duka, dengan penantianmu yang panjang selama empat tahun telah berbuah asa nan panjang.

 

Luka itu telah mulai tertutup dengan bubuk obat doamu di penghujung Januari 2009.

Saat beban terberat selama empat tahun, dipertanggung jawabkan dan anakmu menang.

 

Mamah, …

Membayangkan sungkem di pangkuanmu adalah sebuah harapan dan nikmat.

Menerima belaian tanganmu pada elusan di kepalaku adalah haru yang terpendam selama empat tahun.

Dalam kurun waktu ini, betapa aku semakin tahu, bahwa aku mencintaimu.

Ijinkan aku merengkuh tubuhmu yang mulai rapuh.

Memeluknya untuk melepaskan semua nikmat duka lara di Negeri Sakura.

Menghapuskan air mata perjuangan ini menjadi air mata bahagia.

 

Ya Rob, ijinkan aku sungkem pada Mamah. Menerima belaian lembut tangan tua-nya.

Dan ijinkan aku melihat senyum tulus mengembang dari wajah keriputnya yang telah empat tahun ini kurindukan.

Mamah… Aku Rindu…

 

TOKYO 26 Februari 2009 at 00.06 AM

Special pada Mamah Mertua Hajjah Rumidjah Sarwoko.

September 16, 2009 - Posted by bainahsaridewi | Mbakyu Geudebleh | | No Comments Yet

No comments yet.

Leave a comment