Mawar dan Kenangan
Mawar dan Kenangan
Posted by: “bainah dewi” Wed Aug 6, 2008 9:21 am (PDT)
Kenapa bunga mawar selalu tampak indah, bahkan paling indah di mataku sampai saat ini?
Terlalu banyak kenangankah terharap maknanya buat seorang pelajar S3 yang saat ini senang menulis gontai kelelahan?
Mawar itu penuh history pribadi.
Aku pernah menyiangi rumput liarnya di plastik bekas yang digunakan Emak untuk menyuburkan tanaman Mawarnya.
Di halaman rumah hijau kami, Emak meletakkan lebih dari dua puluh box plastik hanya untuk Bunga Mawarnya.
Dan siapa lagi yang setia menyianginya?
Saat mulai kuncupnya merekah, takjubku pada-Mu ya Rob.
Herba berduri itu mampu menghasilkan kuncup seindah bidadari.
Perlahan rekahannya melebar, tetapi tangkainya tetap saja penuh duri. Rekahannya meluas, bukan hanya kuncup yang satu, tapi juga kuncup yang lain ikut meruah indah.
Siapa lagi yang selalu menyiangi rumput liarnya?
Seperti tradisi ayam pulang rumah, setiap sore, adalah jadual rutin menyiramnya dengan tangan kecilku, yang mulai menyukai bunga ini karena Emak.
Tangan-tangan mungil usia dua belas tahun itu, sudah terbiasa menyiangi deretan Mawar, peliharaan Emak.
Saat Mawar benar-benar merekah, tangan-tangan mungil itu pula, mulai mencium wangi tak tampak, semerbak tak harum dari Rose merah tua, dan merah muda yang selalu disiangi rumput liarnya setiap hari.
Mulai hari itu, si kecil berseragam putih biru, mulai mengenal cinta dan tertambat hatinya dengan sang Mawar.
Dia berduri, tajam menjeruji untuk tangan-tangan yang kasar berusaha mencekalnya.
Tapi dia cantik, indah.
Dia juga semerbak, tidak sampai menusuk hidung karena wanginya, tetapi harum alamiah yang diendus oleh hidung mungil anak berbaju putih biru itu, cukup menjadi saksi, keindahan yang tak berlebih dan proporsional pemberian-Nya yang Maha Indah.
Sejak saat itu, aku mulai mencintai bunga ini.
Bunga perlambang cinta, perlambang kasih, tetapi buatku bukan hanya sekedar itu, juga berarti perlambang ketaatan, bakti anak, perhatian, kasih ibu, peduli, hikmah, dan sederet barisan kata yang bagus-bagus menyibak, untuk mengatakan bahwa bunga ini adalah bunga terindah yang pernah aku demikian nikmati, bahkan hingga saat ini.
Walau tak pernah lagi selama tiga tahun di Jepang menyiangi rumput liar Mawarku, tetapi kesetiaan pada bunga ini belum juga beku.
Di semua toko bunga, yang terpandangi dan terpatri untuk dicari adalah Mawar. Ya, Mawar itu, bagian terdalam batin, yang bisa membuat rebakan oksigen sepuluh kali lebih luas dalam paruh hatiku nan penat ini.
Beri aku Mawar, kusenyumi kau dengan tulus.Kupanjati kau dengan doa ikhlas, kumunajahkan cinta dengan tawaddu, dan kuangankan kau dalam rebah Kasih-Nya yang Maha Agung dan Maha Indah.
Tokyo, 6 Agustus 2008
Buat Emak, walau tanpa Mawar selama tiga tahun.
Sembah Sujud Anakmu tiada padam dalam doa.
No comments yet.
Leave a comment
-
Recent
- Kuliah Inventarisasi Hutan 3
- Sensei Please Come
- Seindah namanya Intan
- Marisa-san I am Sorry to hear that…
- Mama Aku Rindu
- Biomass International Seminar 3-5 August 2009 Sheraton, Lampung, Indonesia
- Kosakata Dzaky-kun
- Kok Beda Seehhh???
- Kisah kilat doktor Tatang Sopian
- Karya yang Tak Pernah Hilang dari Sosok San Afri Awang
- Informasi Living Cost Fuchu Tokyo Jepang
- Hadiah Tulus Memang Lain
-
Links
-
Archives
- September 2009 (14)
- January 2009 (15)
- December 2008 (1)
- October 2008 (13)
- August 2008 (22)
- June 2008 (51)
- May 2008 (7)
- April 2008 (47)
- February 2008 (29)
- January 2008 (7)
- December 2007 (16)
- November 2007 (3)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS