GAS… Alangkah pentingnya Kau dalam hari-hari Kami
CAP : GAS… Alangkah pentingnya Kau dalam hari-hari Kami
Posted by: “bainah dewi”
Wed Jan 16, 2008 1:50 pm (PST)
GAS… Alangkah pentingnya Kau dalam hari-hari Kami
Hari ini ada cerita. Di apato/apartemen saya, hiter gas gak pernah saya matikan sama sekali kalau kami berada di rumah. Jadi nonstop gitu. dan gak ada masalah, berjalan seperti biasanya.
Nah, semalam sebelum saya tidur, ada yang membisikkan atau mengingatkan saya, entah lah, sukar dibedakan. Katanya, matikan hiternya wie…
Tapi peringatan itu tidak saya gubris, lah wong biasanya nyala sampai pagi dan nggak ada masalah.
Ternyata tadi pagi saat bangun, kami, saya dan Fira chan kedinginan. Hiter gas mati, gas untuk cooking mati, gas untuk shower mati. Wuih, serasa beku tangan-tangan kami dari pagi.
Untung masih ada hiter dari AC, tapi tetep aja galau, karena nggak bisa mandi dan nggak berani cuci piring karena air semua dingin kayak air es di kulkas.
Wah, ternyata saya saat antar Fira chan sekolah, bertanya pada tetangga , apakah gas nya bermasalah. Ternyata nggak bermasalah.
Telpon ke Oyaa san pemilik rumah. Gas dia juga baik2 aja. Telpon ke kantor gas, akhirnya perwakilannya datang siang hari. Ngecek, ternyata gas saya mati otomatis.
Katanya kalo over use maka gas akan mati otomatis.
Gimana nggak over use, ini badan bukan made in Jepang, tapi made in Indonesia.
Akhirnya jadi koreksi diri sih, kami terlalu nonstop pake gas dan listrik buat pemanas/heater.
Tapi yang jadi pemikiran saya, siapa semalam yang membisikkan ke kuping dan nyuruh saya mematikan hiter gas, tapi saya nggak pedulikan itu?
Saya sering mengalami hal aneh (aneh nggak ya?) begini di Jepang.
Misalnya, barang kecil saya, bros misalnya, saya banyak memandanginya hari ini lebih lama dan lebih seksama, lalu besoknya bros itu hilang. Padahal ya bros biasa, dan biasanya nggak pernah ada perhatian khusus pada barang kecil begituan biasanya.
Oya, saya juga sering terganggu kalo lewat satu apartemen yang ada tanaman bunga yang diselipkan diantara rumah dan halamannya, di dekat apartemen saya. Setiap saya lewat apartemen itu, heran sekali, mata saya selalu tertuju pada satu titik tempat itu. wihhhh… ada apa ini? Padahal banyak sudut ruang apartemen itu yang bisa dan mestinya saya lihat dan perhatikan.
Dulu pernah juga pulang jam 2 pagi dari lab, rasanya dibelakang saya ada yang ngikuti jalan saya. Ditengok berkali-kali, nggak ada orang. akhirnya saya lari, tetapi rasanya yang di belakang saya itu ikut lari juga. Wah dasar penakut ya saya, tambah kencang lari saya, rasanya yang ngikuti saya pun larinya terasa oleh saya. Bagaimana ini?
Lalu ada cerita lagi, saya punya teman orang Bali. Setiap kami membahas sesuatu, lalu saya dan dia akan berkomentar hal yang sama. Saat saya mengucapkan kalimat pendapat saya, maka dia bilang, “loh mbak wie saya mau ngomong hal itu tadi”.
Beberapa kali hal ini terjadi, tetapi respon ngomongnya selalu lebih cepat saya dari dia, dan si mbak orang Bali itu selalu bilang, “wih saya baruuu aja mau ngomong hal itu”.
Saya juga sering merasa gelisah malam sebelumnya. Gelisahnya kenapa saya nggak tahu. Tetapi kalo sudah begitu, biasanya besok nya ada saja kejadian jelek yang saya atau anak atau suami alami. wih, …
Itu aja dulu curhat saya hari ini, rada butek juga gara-gara masalah gas. Mana komunikasi kan harus dengan bahasa jepang. Bahasa Jepangku hanya terbatas dan … dan.. ribet lah pokoknya, Bahasa Inggris mah nggak laku di jepang. Hanya laku ngomong ingris kalo dg orang tertentu di jepang, misal dengan sensei di laboratory atau saat seminar international.
Jadi tambah merasa bodoh, dan tahu diri, bahwa kita itu tidak ada apa-apanya, dan bukan siapa-siapa. Karena begitu banyak kelemahan diri. Hanya karena masalah gas, waktu saya terbuang seharian ngurusin gas, nelpon pemilik rumah, tanya tetangga rumah, menunggu petugas gas datang ke rumah. Ya… nasib… nasib, lagi mau konsentrasi ngerjakan jurnal di lab dan ngeprint di apato, jadi bergeser fokus, hanya karena gas.
Oh… GAS, ternyata dikau demikian penting dalam hari-hariku dan Fira chan selama Winter ini.
Tokyo, 16 Januari 2008
Bainah Sari Dewi
Wassalamualaikum wr wb
Afwan bagi yang tidak berkenan.
Bainah Sari Dewi
Tanggapan Yuki : Bustomi Rosadi
Re: Yuki Cintaku
Posted by: “bustomi rosadi”
Tue Jan 22, 2008 8:31 pm (PST)
Bu Bainah yang lagi berjuang di negeri orang.
Teruskan perjuanganmu.
Yakinilah perjuanganmua tdk sia-sia.
Unila menantimu.
Selamat berjuang.
Gambatte kudasai.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Temanmu,
Prof. Dr. Ir. R.A. Bustomi Rosadi, M.S.
Tanggapan Salju WTS
salju
Posted by: “wies witjaksono”
Tue Jan 22, 2008 10:31 pm (PST)
Mbak Dewi yang sedang stress, dan kan-rekan di Fuchu-Koganei,
tulisan mbak Dewi tentang ju-salju terasa sangat mak nyes di hati
Saya membayangkan bagaimana indahnya salju pertama turun.
Saya juga pernah mengalami apa yang saat ini dialami mbak Dewi.
Saat itu, pas sedang bunek dengan pekerjaan, iseng-iseng saya tengok keluar lab.
Eh ternyata yuki sedang mulai turun.
Memang indah sekali, dan sangat menyejukkan hati
Perasaan bunek langsung hilang, bersama dengan pikiran2 kusut lainnya (akibatnya otakku jadi kosong, lha wong isinya cuma pikiran kusut semua je. He he he…).
Beberapa tahun kemudian, ratusan atau bahkan ribuan kilometer di sebelah Selatan, di negeri bernama Indonesia.
Pikiran dan hatiku sedang enteng, karena seperti hari2 sebelumnya, gak ada beban pekerjaan (lha wong memang saben hari gak ada yang bisa dikerjakan koq. Hi hi hi…..)
Setelah sholat subuh, aku langsung nongkrong di depan tv.
Ku setel LATIVI yang punya acara berita paling pagi (jam 4.30).
Di Intisari berita, ada berita pembunuhan dengan mutilasi setelah sebelumnya disodomi, ada demo pilkada di Sulsel, ada demo di Kejaksaan Kupang, ada antrean minyak tanah di beberapa tempat, ada penggusuran PKL oleh Satpol PP, ada berita harga kedelai naik, harga tepung terigu naik, harga minyak goreng menggila, harga bahan bangunan naik, mahasiswa ngamuk, sopir angkot ngamuk, polisi salah tembak, anggota dewan kebanjiran duit, penangkapan pengedar narkoba.
Aku ganti channel. Trans TV dengan berita jam 04.45. Ternyata sami mawon, cuma ditambahi laporan langsung dari RS Pertamina.
Bosan dengan berita2 yang bikin setres, aku pindah ke SCTV, RCTI, TPI, tapi aku tetap setres.
Akhirnya, aku dapat obat penenang di Indosiar, dengan sinetronnya.
Nah, bagi kan-rekan yang akan pulang di akhir Maret atau awal April,
persiapkan diri sebaik-baiknya.
Jangan kagetan, jangan gumunan (gumun=heran) .
Begitu roda pesawat mengenai landasan di Cengkareng, anda harus siap.
Selamat menikmati salju
wts
(sedang menikmati santapan wajib: pop mie)
Dia Memang Orang Beruntung
Dia Memang Orang Beruntung
Posted by: “bainah dewi”
Tue Jan 22, 2008 4:56 pm (PST)
Tidak banyak Orang Indonesia yang bisa sekolah di Jepang. Tidak banyak juga orang Indonesia yang setelah tepat tiga tahun, bisa menyelesaikan S3 nya. Tidak banyak orang Indonesia di Jepang yang bisa merasakan salju setiap tahun bisa turun di Tokyo.
Tetapi dia, saat ini berada di Tokyo dan kembali bisa merasakan salju indah dari pembuatnya yang Maha Indah.
Dia hobinya belajar, tapi untuk penyeimbangnya, dia ternyata hobi nyanyi dangdut dan rok. Ah salah tulis, nyanyi Rock. Ah salah tulis lagi ya…
Terkejut melihatnya bergaya seperti Mikel Jeksen (biarlah salah tulis lagi), bahkan mendayu-dayu suaranya dengan lagu “Bang Toyib, Mengapa kau tak pulang…pulang. .anakmu.. anakmu… “
Tetapi juga penuh hafalan cerita-cerita lucu dan banyolan klasik yang sebenarnya tidak terlalu lucu tetapi buat orang-orang Indonesia yang ada di Jepang, terdengar menjadi sangat lucu sekali.
Dia memang beruntung. Meminang seorang penyiar televisi Yogyakarta yang ayu dan berwajah klasik Jowo. Menjadikannya penyejuk hati kala galaw dan gundah di dera tuntutan publikasi internationalnya saat itu. Dia juga beruntung, memiliki kedua orang tua yang sangat menyayanginya juga para menantunya. Dia memang ditakdirkan menjadi orang beruntung.
Tiga tahun lalu, aku pernah memergokinya tertidur di atas meja kerja labnya. Bangun dalam keaadaan rambut HIMKRI, alias Himpunan Mahasiswa Kriting Indonesia. Karena tak sempat pulang dari lab, tak sempat makan pagi bahkan tak sempat mandi setiap hari. Tiga tahun lalu, aku diberi tahu pertama kali bahwa bakwan yang aku goreng mengandung jumlah minyak yang banyak sekali. Dilapnya dengan tissu lalu ditunjukkannya ke muka ku si tissu itu,” Ini lihatlah minyak yang kau sumbangkan untuk kolesterolku” .
Sejak itu aku selalu mengelus bakwan gorenganku dengan tissu, walau kadang habis tissu, dengan terpaksa pakai koran bekas di kaikan.
Tiga tahun lalu, dia mengajarkan aku cara membuka jus minuman. Bukan hanya aku yang diajarinya sampe sengit dan pegel,”Begini nih Mbak, cara membuka jus apelnya, tekan, sret…srett. .. jangan sampai terpegang jari tangan ujung tempat keluarnya air jus, supaya tetap higienis (salah lagi ya ejaannya, ah biarlah…).
Sampai ada teman Bali ku yang sempet shock saat diajari soal perkomputeran olehnya.”Masa begini saja nggak bisa Mbak?Kacian deh lu…”
Dasar gendeng yang mendengarnya aku, maka hanya ada senyum tipis tetap manis, walau hatiku seber ruar biasa (biarlah salah menulis, yang penting, aku tetap menulis dan terus menulis).
Tetapi teman Baliku, hatinya merana mendengar ocehannya yang lucu, jujur, tapi pletak, menjitak kepala sampai bisa langsung gundul.
Dia memang beruntung, mendapati barokah anak perempuan lucu berdarah Yogya Aceh. Dan akan menimang anak perempuan lagi sesaat nanti, untuk menggenapkan sembilan bulan sepuluh hari kandungan teman televisiku yang ayu asli Jowo itu.
Dia juga beruntung, karena di Nokodai tidak mudah untuk bisa lulus tepat waktu.
Tiga tahun lalu, dia membawa dua sepeda, satu dikayuhnya, satu di pegang dengan tangan kanannya, lalu di belakang dibonceng televisi, termos air, karpet, futon, dan semua tetek bengek warisannya yang tak pernah lupa aku syukuri sebagai nikmat Allah saat aku datang pertama kali di Jepang. Menjemputku di kaikan, menunjukkan dan mempertemukanku dengan Sensei Jepangku untuk pertama kalinya, mengenalkan aku pada onigiri saat laparku tiba. Ya… itu.. tiga tahun yang lalu.
Pagi ini, kudapati suaranya yang masih terdengar rada gila via telepon, karena ternyata dia memang orang beruntung. Menjadi Invite Speaker (biarlah salah menulisnya, yang jelas, aku akan terus menulis) dan sudah mulai banyak cited refference dari banyak case tentang pererosian dan pergempaan serta pertsunamian.
Biarlah aku salah menuliskan ini, yang pasti aku tak akan pernah berhenti menulis, apapun yang terjadi dan apapun yang mereka katakan.
Biarlah anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu. Biarlah Sensei menggonggong, yang penting kafilah tetap berlalu. Wah kurang cocok kalimatnya.
Biarlah terus keluar tinta merah, kuning, biru, yang pasti, aku akan terus menulis dan menulis. Ya… tetap menulis walau hanya mampu menulis satu kalimat sehari.
Dia pernah mengatakan “Nulis skripsi di rugos satu huruf satu hari, kapan selesainya?”
Biarlah…biarlah. .. ternyata dia memang orang beruntung.
“Woi, orang pintar bisa kalah dengan orang beruntung… “
Ah, dia memang orang beruntung.
Semoga saja keberuntungannya menulariku, menulari pasukan Fuchu Koganei.
Selamat datang Bapak SBY.
Sugeng rawuh di gubuk derita lab 411 sebelah Siraki Sensei.
Tokyo, 23 Januari 2008.
BAINAH SARI DEWI
Tanggapan Dz
Yuki Cintaku
Memandangmu, membuat relungku sejuk
Memegangmu membuat tanganku lebih sejuk
Meraihmu, membuatmu menderita ditanganku
Kau meleleh dengan hangatnya tanganku
Kau mencair dengan tebalnya jaketku
Engkau indah
Senikmat decak Subhanaloh yang tiada putus kuucap walau lirih
Engkau cantik, secantik Bidadari yang ada dalam anganku walau ku tak pernah melihat Bidadari itu
Engkau lembut, selembut hatiku yang tersentuh menjadi sejuk walau sesungguhnya sedang beku kesepian ditinggal suamiku walaupun hanya sebulan
Tetapi Engkau lemah, menjadi nothing hanya karena kepulan aspal dijalan
Engkau lemah, mencair hanya dengan genggamanku yang sebenarnya tidak hangat
Ah, Engkau tetap turun, padahal sudah kupandangi selama dua jam dengan terus berdiri
Memandangmu turun dari atas atap rumahku
Memandangmu menjatuhkan diri berhamba, diinjak-injak oleh anak-anak sekolah di sebelah rumahku
Engkau sejuk, lemah, tiada daya
Bahkan tiada perlawanan
Engkau juga sejuk dipandang, apalagi di pegang
Engkau ternyata juga enak dicicipi untuk dirasakan
Engkau menutupi Tokyo hari ini
Engkau turun lagi buatku yang kedua di tahun ini
Ingin rasanya bisa menjadi sepertimu
Ingin rasanya bisa menjadi penyejuk hati orang-orang yang galau
Ingin rasanya menjadi penyemangat hati-hati yang sedang tidak bersemangat
Walau aku hanya tinggal memiliki satu titik semangat lagi…
Yuki, andai kau bisa kugenggam selama dan sedalam genggaman hatiku
Dapatkah kelemahanmu menjadi titik puncak dan titik balik kejayaanmu?
TOKYO, 23 Januari 2008 , 8 AM
Dari yang lagi gendeng liat salju turun di Tokyo.
dan lagi mumet liat tumpukan pena warna merah, kuning, hijau catatan kaki dari suensei
hiks…
note :
Tanggapan Helmi
Re: Yuki Cintaku
Posted by: “Helmy Fitriawan”
Wed Jan 23, 2008 6:35 pm (PST)
Sepertinya terminal tujuan sudah kelihatan..
Insya Allah dengan kesabaran dan pertolongan Allah
segala rintangan dan onak berduri di jalanan bisa
diatasi…
Keep gambatte kudasai…
Untuk semuanya selamat berjuang juga…
Wassalam,
helmy@kobe
Tanggapan Helmi
Re: Yuki Cintaku
Posted by: “Helmy Fitriawan”
Wed Jan 23, 2008 6:35 pm (PST)
Sepertinya terminal tujuan sudah kelihatan..
Insya Allah dengan kesabaran dan pertolongan Allah
segala rintangan dan onak berduri di jalanan bisa
diatasi…
Keep gambatte kudasai…
Untuk semuanya selamat berjuang juga…
Wassalam,
helmy@kobe
Tanggapan Aep dua
Re: CAP:Friendster and multiply
engen hepi malah buat masalah
Posted by: “aep uyun”
Sat Feb 16, 2008 8:08 pm (PST)
kalau ada yang tahu, tolong kasih tahu dong.
Aep
Tanggapan Dina dua
Re: CAP:Friendster and multiply
engen hepi malah buat masalah
Posted by: “Faoziah, Dina”
Sat Feb 16, 2008 5:06 pm (PST)
pada undangan untuk bergabung di MP bukan?
Kalau sampai masuk ke HP, ada kemungkinan dulu Mbak Wie mengundang
semua orang yang ada di address book-nya, termasuk imel HP Kang
Tatang. Mohon koreksinya.
Nah, yang saya tidak tahu adalah apakah ada mekanisme membatalkan
invitation itu dari si empunya MP sendiri. Atau, kalau yang mendapat
undangan itu tidak mau repot, tinggal tolak saja undangannya dan imel
pengingat itu tidak akan datang lagi.
–Dina
-
Recent
- Kuliah Inventarisasi Hutan 3
- Sensei Please Come
- Seindah namanya Intan
- Marisa-san I am Sorry to hear that…
- Mama Aku Rindu
- Biomass International Seminar 3-5 August 2009 Sheraton, Lampung, Indonesia
- Kosakata Dzaky-kun
- Kok Beda Seehhh???
- Kisah kilat doktor Tatang Sopian
- Karya yang Tak Pernah Hilang dari Sosok San Afri Awang
- Informasi Living Cost Fuchu Tokyo Jepang
- Hadiah Tulus Memang Lain
-
Links
-
Archives
- September 2009 (14)
- January 2009 (15)
- December 2008 (1)
- October 2008 (13)
- August 2008 (22)
- June 2008 (51)
- May 2008 (7)
- April 2008 (47)
- February 2008 (29)
- January 2008 (7)
- December 2007 (16)
- November 2007 (3)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS